Gas 3kg langka dan mahal, Polda Riau turun tangan

Gas 3kg langka dan mahal, Polda Riau turun tangan

Ilustrasi (tanjungpuratimes)

Beritariau.com, Pekanbaru - Sejak adanya gas subsidi elpiji 3 kg, entah kenapa malah sering terjadi kelangkaan. Termasuk di Riau dari laporan pemberitaan hampir seluruh kabupaten/kota mengalami masalah ini mulai dari Dumai, Pekanbaru, Siak, Bengkalis dan sebagainya.

Saat ini bukan cuma langka, harga barang bersubsidi ini juga didapati dengan mahal oleh masyarakat miskin. Barang bersubsidi dengan harga eceran tertinggi Rp18.000 per tabung di Pekanbaru bisa dipasarkan di tingkat akhir (konsumen) hingga Rp40.000/tabung hampir menyamai harga non subsidi.

Pihak terkait seperti Pertamina, dinas perindustrian dan perdagangan serta kepala daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk menanganinya. Bahkan saat momen natal dan tahun baru inipun kepolisian juga akan berupaya mendalami masalah tersebut.

Salah satunya, Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Nandang menyatakan telah memerintahkan direktorat reserse kriminal khusus untuk menyelidiki restoran dan rumah makan yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram. 

"Betul, sudah ditugaskan direskrimsus untuk mengecek restoran dan rumah makan yang menggunakan gas elpiji 3 kg," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang, Senin (25/12/2017).

Menurutnya hal itu dilakukan karena gas melon tersebut merupakan subsidi pemerintah yang diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu. Oleh sebab itu kalangan usaha mapan menurutnya tidak dibolehkan untuk mnggunakannya.

Bahkan, dia mengatakan bahwa gas tersebut hanya untuk masyarakat berpnghasilan Rp1 juta ke bawah. Sehingga yang punya penghasilan di atas itu harus menggunakan gas 12 kilogram yang non subsidi.

Di tingkat pusat, Badan Reserse Kriminal Polri melalui Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Pol Agung Setya juga telah menyampaikan pihaknya akan menyelidiki penyebab terjadinya kelangkaan peredaran tabung gas elpiji tiga kilogram bersubsidi di masyarakat.

"Kami akan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengidentifikasi apakah ada penyimpangan yang membuat terjadi kelangkaan," kata Brigjen Agung seperti dilansir Antara.

Pihaknya pun meminta masyarakat mampu agar tidak menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram dan beralih pada tabung gas elpiji dua belas kilogram.(bas)