Rapat tertutup dengan perusahaan sawit dan HTI Riau, Kabaharkam Polri: tak ada perintah untuk itu

Suasana rapat penanggulangan karhutla di Hotel Pangeran Pekanbaru. Hadir Kabaharkam Polri, Kapolda se-Sumatera dan perusahaan sawit dan HTI di Riau | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru, - Tim Badan Pemeliharaan Keamanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia langaung turun dengan mengumpulkan lima kepala kepolisian daerah di Sumatera. Dalam hal ini diadakan rapat di Pekanbaru, Provinsi Riau untuk monitoring, evaluasi, dan asistensi dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.
Hadir juga dalam tim monitoring itu, Asisten Operasi Polri, Irjen Pol M. Iriawan. Selain itu, juga ada Kakorsabhara dan Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Umar Septono dan Irjen Pol Muhamad Chairul Noor Alamsyah beserta sejumlah brigadir jendral lainnya dari Mabes Polri.
Sedangkan Kapolda di Sumatera yang hadir diantaranya dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan karena dinilai daerah rawan karhutla. Pada kesempatan itu, hadir juga beberapa perusahaan perusahaan perkebunan sawit dan hutan tanaman industri.
Setelah kegiatan sambutan beberapa saat, rapat tersebut dinyatakan tertutup dan meminta awak media untuk tidak berada di dalam ruang Hotel Pangeran Pekanbaru tersebut. Usai rapat Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno ketika ditanyai wartawan membantah hal itu.
Dia mengaku tidak memerintahkan agar rapat dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Riau dilakukan tertutup.
"Saya tidak ada perintah tertutup, tapi lazimnya seperti itu yang dilakukan okeh siapapun. Pada pembukaan silahkan diliput, kami di dalam diskusi segala macam. Lalu di luar silahkan doorstop, tidak ada alasan khusus," katanya, Rabu (09/08/2017).
Meski mengaku tidak ada memerintahkan agar tertutup dalam rapat yang dihadiri para perusahaan itu, Kabaharkam Polri mengatakan koordinasi polisi di Riau dengan perusahaan baik.
"Dengan perusahaan banyak yang sudah kita koordinasikan, mereka juga kooperatif membantu dalam menyediakan sarana prasarana dan SDM membantu jumlah pasukan TNI Polri yang masih kurang," ujar Kabaharkam.
Hal yang sama juga disampaikan Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain. Dia mengapresiasi perusahaan sawit dan HTI yang sudah sangat menaruh perhatian terhadap hal ini seperti dengan kebijakan desa bebas api dan pasukan manggala agni perusahaan.
Menurutnya kepolisian sudah ada nota kesepahaman dengan perusahaan membuat ikatan agar betul-betul membantu penanggulangan karhutla. Seperti dengan RAPP dan Sinarmas yang dikatakannya cukup membantu dengan sudah menyiapkan helikopter.
"Seperti bantuan mesin Robin pompa air, siapa tahu ada lagi untuk menyumbang juga," kata kapolda.[bas]

