Tahun 2018 kantor Wali Kota Pekanbaru dipindahkan di ujung Tenayan
PANTAU PROGRES - Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, memantau perkembangan progres pembangunan perkantoran Tenayan Raya, yang sebelumnya sempat mangkrak | Foto: Istimewa
Beritariau.com Pekanbaru - Kantor Wali Kota Pekanbaru yang berada di pusat kota, pada tahun 2018 akan segera dipindahkan di ujung Tenayan Raya. Kantor yang sebelumnya mendapat polemik di tengah masyarakat ini, rencananya akan digunakan sebagai kantor bersama oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Akhir tahun ini kantor di tenayan sudah selesai. Kita terus gesa," kata Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, kepada wartawan, Kamis (15/06/17).
Sebelumnya, Dinas Cipta Karya dan Pemukiman, mengumumkan, minimnya ketersediaan anggaran berimbas terhadap dihentikannya pembangunan proyek perkantoran terpadu yang progresnya masih 56 persen.
Alasan penghentian proyek Multi Years (MY) yang menyedot dana APBD itu dikarenakan kondisi ekonomi nasional saat ini menimpa semua daerah termasuk Kota Pekanbaru. Sisa pembangunan 44 persen lagi dilanjutkan tahun depan di APBD 2017.
Untuk tahap pertama, Firdaus MT memberi bocoran kantor baru tersebut diisi dengan kantor sekretariat, ruang walikota dan wakil walikota Pekanbaru. Untuk OPD lainnya yang bersentuhan dengan masyarakat, tetap berada di tengah kota.
"Untuk pelayanan masih di kota. Seperti Dinas pendapatan dan perizinan dan Disdukcapil. Mudah-mudahan progres berjalan tanpa hambatan," ungkapnya.
Persoalan perkantoran Walikota Pekanbaru di Tenayan Raya ini, sebelumnya mendapat sorotan tajam dari Forum Indonesia untuk Transparansi (FITRA). LSM ini menyorot, proyek Multi Years itu sejak awal sudah tidak benar.
Selain dari proses perencanaan tak bagus, untuk penganggaran pembangunan proyek juga dinilai tak baik. Pemko Pekanbaru dinilai terlalu memaksakan gedung tersebut harus dibangun tanpa mengukur kekuatan keuangan daerah.
FITRA Riau memandang Pemko Pekanbaru menggunakan uang tidak sesuai semestinya. Pemko, membangun gedung mercusuar dan menghabiskan anggaran miliaran rupiah ditengah kemiskinan yang ada di Pekanbaru. [bam]

