Duit awal sudah dibenam Rp217 juta, pembangunan pasar induk jalan ditempat. Dapot: IMB belum diurus
SITE PLAN - Pembangunan Pasar Induk dilahan 3,2 Hektar | Beritariau.com2017
Beritariau.com, Pekanbaru - Kelanjutan pembangunan pasar induk diluas lahan 3,2 hektar tersebut, hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan. Kalangan legislator mendesak Pemko Pekanbaru, segera menggesa pembangunan pasar induk yang berada di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, tersebut.
"Saat ini masyarakat sangat membutuhkan Pasar Induk tersebut. Dapat informasi, IMB belum diurus sama Pemko Pekanbaru," demikian disampakan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga SE kepada wartawan, Senin (23/01/17).
Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II dengan Dinas Pasar (Dispas) Kota Pekanbaru, Kamis (17/11/16) lalu, lahan pembangunan pasar induk belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemko Pekanbaru.
Dispas Kota Pekanbaru mengatakan, tanah tersebut baru berstatus jual beli akte notaris. Untuk melakukan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) maka semua dibebankan melalui investor.
Disebutkan Dispas, hal itu merujuk ke Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah. Dimana, kerjasama yang diatur dibentuk dalam perjanjian bukan sertifikat.
"Kami sudah mempertanyakan kenapa sampai saat ini IMB pembangunan Pasar Induk belum keluar, sementara uang awal lebih kurang sebanyak Rp217 juta sudah diserahkan pihak ketiga (PT Agung Rafa Bonai KSO). Sampai saat ini dilihat pembanguannya belum juga dimulai," ucap Dapot.
Politisi dari PDIP ini menyebut, bila pembangunan pasar induk ini tetap tidak terlaksana dalam waktu dekat ini, pihaknya akan kembali menjadwal ulang untuk memanggil pihak ketiga dan dinas pasar.
"Jika pembangunan Pasar Induk hingga saat ini belum dimulai, tentu kami akan kembali memanggil kembali pihak ketiga dan dinas terkait untuk membahas kelanjutan pembangunan Pasar Induk itu," pungkasnya. [bam]

