16 Nyawa Melayang Selama Operasi Zebra 2016 di Riau

ilustrasi lakalantas (net)
Beritariau.com, Pekanbaru - Angka korban kecelakaan yang meninggal dunia pada saat Operasi Zebra Siak 2016 menurun jika dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang, sedangkan tahun 2015 lalu mencapai 20 orang, dengan dominasi usia remaja.
Data ini dikeluarkan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau saat penutupan Operasi Zebra Siak 2016 telah selesai hari ini, Rabu (30/11/2016) sejak digelar 14 hari lalu.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Guritno Wobowo mengatakan, secara umum di Riau, operasi dinilai cukup berhasil. Namun tetap diingatkan bagi usia produktif agar lebih berhati-hati dalam berkendaraan di jalan raya.
Dari 26 jumlah laka lantas, paling banyak didominasi oleh lakalantas kendaraan roda dua atau sepeda motor. Korban laka lantas atau pelaku pelanggar berasal dari usia produktif, yakni usia 16-30 tahun yang tingkat emosionalnya tinggi.
"Ini bukti jika masyarakat usia produktif mengendarai kendaraan tidak mengedepankan aspek kehati hatian dan mematuhi aturan lalu lintas," ucap Perwira Menegah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1992 ini.
Selain jumla lakalantas, jumlah perkara yaang ditangani selama Operasi Zebra juga mengalami penurunan. Yaitu mencapai 9.304 perkara, atau turun 2.249 perkara dibanding tahun lalu.
"Jumlah pelanggar lalulintas tersebut berasal paling banyak dari kendaraan roda dua sebanyak 4.476 perkara," jelas Guritno.
Penurunan jumlah pelanggaran ini karena pola penindakkan yang dilakukan jajarannya hanya menyasar pengendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas berat.
Dikatakan Guritno, Operasi Zebra Siak 2016 ini digelar dengan pola prefentif. Pendekatan ini lebih humanis memberikan teguran bagi pelanggar aturan.
"Kami prioritaskan lalulintas yang berpotensi kecelakaan berat, yang kasat mata baru ditindak langsung atau tilang. Pelanggaran ringan diberi teguran atau diberi surat pernyataan memberi efek jera," ujarnya.
Adapun pelanggaran lalu lintas juga didominasi oleh pengendara sepeda motor. Diantaranya, tidak mengenakan helem dan melampaui batasan kecepatan maksimal, serta melawan arus.
"Profesi pelanggar didominasi karyawan swasta dan pelajar sebanyak 4.476 perkara ranmor roda dua," imbuh Guritno.
Meski operasi zebra telah usai, ia minta masyarakat untuk tetap tertib. Karena tujuan operasi ini lebih kepada peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat atas berkendara di jalan raya dengan aman.
Di sisi lain, saat operasi juga terjaring pelaku dugaan tindak pidana. Hak itu antara lain, penyebaran senjata api rakitan, dan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
"Saat operasi juga terjaring senpi rakitan dan narkotika, ganja 29 kilo di Inhu dan dilimpah ke Resnarkoba ditindak pidananya. Penindakkan senpi juga diserahkan ke reskrim,"ucap Guritno.
Untuk selanjutnya, kepolisian juga akan menggelar Operasi lilin dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Operasi lilin merupakan operasi kemanusiaan. Digelar dalam rangka memberikan kenyamanan saat saudara kita merayakan Natal dan tahun baru," pungkasnya. [red]

