Api Mengamuk di Jalan H Yahya Bagansiapiapi, 13 Rumah Terdampak Kebakaran

Beritariau.com, Bagansiapiapi — Kebakaran hebat mengamuk di kawasan Jalan H Yahya, Kelurahan Bagan Barat, Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (1/10/2026) sore. Kobaran api yang membesar membuat warga berhamburan membantu proses pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lainnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari kawasan permukiman dan dengan cepat menarik perhatian masyarakat.
Warga yang datang ke lokasi tidak hanya menyaksikan kejadian. Sejumlah masyarakat langsung ikut berjibaku bersama petugas pemadam kebakaran, mulai dari membantu mengarahkan selang hingga mencari akses untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Rokan Hilir, Asnar, mengatakan berdasarkan koordinasi sementara dengan pihak kepolisian, sedikitnya terdapat sekitar 13 rumah yang terdampak.
" Kemungkinan sebanyak 13 rumah yang menjadi korban setelah berkoordinasi dengan Polsek. Tetapi untuk jumlah pastinya, besok pagi kita akan melakukan pemantauan," kata Asnar di lokasi.
Meski kebakaran cukup besar dan melanda kawasan permukiman, Asnar memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas dan Warga Berjibaku
Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan peralatan pemadam kebakaran dari vihara setempat.
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Kepadatan warga dan kendaraan yang memenuhi akses Jalan H Yahya membuat mobil pemadam harus bekerja ekstra untuk mencapai titik kebakaran.
Di tengah kepungan asap tebal dan panas, petugas bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Sebagian bahkan harus naik ke atas atap seng rumah warga untuk mendapatkan posisi penyemprotan yang lebih efektif.
Warga dari berbagai latar belakang juga ikut turun tangan. Masyarakat keturunan Tionghoa dan Melayu terlihat bersama-sama membantu petugas mengarahkan selang serta mencegah kobaran api menjalar ke rumah lainnya.
Pada salah satu rumah yang dalam kondisi terkunci dan diketahui tidak berpenghuni, warga terpaksa mendobrak pintu agar petugas dapat masuk. Langkah tersebut dilakukan supaya penyemprotan air bisa dilakukan dari dalam bangunan dan api tidak merambat ke rumah di sebelahnya.
Risiko juga dihadapi sejumlah warga yang berusaha mendekati titik api. Seorang pemuda bahkan terlihat mencoba membantu pemadaman dari atas dinding yang permukaannya dipasangi pecahan kaca.
Bagian kaca yang tajam sempat membuat selang air mengalami kebocoran. Warga kemudian menutup permukaan dinding menggunakan kain agar para pemuda yang membantu dapat bergerak lebih aman.
Tiga pemuda dari kalangan warga Tionghoa dan Melayu tetap bertahan membantu pemadaman dengan mencari posisi yang memungkinkan air diarahkan ke titik api.
Ketika penyemprotan dari bawah belum cukup menjangkau bagian bangunan yang terbakar, warga mencoba melakukan pemadaman dari lantai dua.
Dari posisi tersebut, sejumlah titik api yang sulit dijangkau dari bawah dapat disemprot secara langsung. Kobaran api yang sebelumnya masih terlihat di beberapa bagian bangunan perlahan mulai mereda.
Air Menjadi Kendala
Besarnya kobaran api membuat kebutuhan air meningkat. Banyaknya titik yang harus didinginkan menyebabkan pasokan air cepat terkuras.
Dalam kondisi tersebut, warga memanfaatkan air dari selokan di sekitar permukiman untuk membantu proses pemadaman.
Setelah berjibaku lebih dari dua jam, sekitar pukul 19.20 WIB kobaran api mulai berhasil dikendalikan. Api yang sebelumnya menjulang berubah menjadi kepulan asap yang perlahan menipis dari bangunan-bangunan yang terbakar.
Warga kemudian memastikan api tidak kembali muncul dan melakukan upaya pendinginan di sejumlah titik.
Di tengah kepanikan akibat kebakaran, aksi gotong royong masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api menjalar lebih luas.
Seorang warga keturunan Tionghoa yang ikut membantu pemadaman mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menghadapi musibah tersebut.
"Saya sangat apresiasi kekompakan warga dan bergotong royong memadamkan api tanpa memandang suku," ujarnya.
Sementara itu, jumlah rumah yang terdampak masih menunggu pendataan lebih lanjut. Penyebab kebakaran juga belum disampaikan secara resmi dan masih menjadi bagian dari penanganan serta pemeriksaan pihak berwenang. (*)

