Bayi Gajah Lisa di TNTN Diberi Nama Ganesha, Jadi Simbol Harapan Pelestarian Gajah Sumatera

Bayi Gajah Lisa di TNTN Diberi Nama Ganesha, Jadi Simbol Harapan Pelestarian Gajah Sumatera

Beritariau.com, Pelalawan -- Kabar bahagia datang dari kawasan Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Bayi gajah sumatera berjenis kelamin jantan yang lahir dari induk bernama Lisa kini resmi diberi nama Ganesha.

Nama tersebut diberikan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Penamaan Ganesha diumumkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melakukan kunjungan kerja di Riau, Rabu (30/9/2026).

Raja Juli menyampaikan rasa syukurnya atas kelahiran anak keenam Lisa tersebut. Menurutnya, kelahiran Ganesha menjadi kabar menggembirakan di tengah upaya menjaga keberlangsungan populasi gajah sumatera di kawasan Tesso Nilo.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah dapat nama untuk bayinya, baby boy. Nama diberi oleh Ibu Titiek, Ibu Ketua Komisi IV DPR RI, dan namanya adalah Ganesha,” kata Raja Juli Antoni.

Dalam tradisi Hindu, Ganesha dikenal sebagai figur berkepala gajah yang dikaitkan dengan kebijaksanaan, awal yang baik, serta kemampuan menghadapi berbagai rintangan.

Raja Juli berharap nama tersebut menjadi simbol kehidupan baru sekaligus membawa pesan tentang pentingnya menjaga keberadaan gajah sumatera beserta habitatnya.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengungkapkan, sebelumnya dirinya mendapat kesempatan untuk memberikan nama bagi bayi gajah tersebut. Namun, kesempatan itu kemudian diberikan kepada Titiek Soeharto.

Menurut Herry, pemberian nama bukan sekadar identitas bagi bayi gajah yang baru lahir, tetapi juga menjadi pengingat mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga satwa dilindungi dan ruang hidupnya.

“Bagi kami, ini bukan hanya tentang sebuah nama, tetapi juga tentang harapan agar kelahiran ini semakin menguatkan kepedulian kita bersama terhadap masa depan gajah sumatera dan habitatnya,” ujarnya.

Ia mengatakan kelahiran Ganesha menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menjaga hutan sebagai habitat alami gajah sumatera.

“Ganesha membawa pesan tentang kehidupan baru dan harapan. Kita ingin dia tumbuh kuat dan aman di tanah Riau. Tetapi tanggung jawab kita jauh lebih besar, yakni memastikan hutan dan ruang hidupnya tetap ada,” kata Herry.

Dalam proses kelahirannya, Lisa telah mendapat pemantauan intensif sejak sehari sebelum melahirkan. Setelah lahir, bayi gajah tersebut mampu berdiri sekitar 20 menit kemudian dan menunjukkan respons yang baik.

Ganesha lahir dengan selamat pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Elephant Flying Squad TNTN.

Kelahiran Ganesha menambah catatan penting dalam upaya konservasi gajah sumatera di Tesso Nilo, sekaligus menjadi harapan baru bagi keberlanjutan populasi satwa dilindungi tersebut di Riau. (*)