Intensifkan Pencarian Lewat Jalur Sungai
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 10 Orang

Beritariau.com, Tembilahan -- Teror monyet liar yang meresahkan masyarakat Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), belum juga berakhir. Hingga Jumat (31/7/2026), jumlah warga yang menjadi korban gigitan monyet liar bertambah menjadi 10 orang setelah dua warga kembali diserang di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit sekitar pukul 16.00 WIB.
Bertambahnya korban mendorong Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir meningkatkan operasi pencarian dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin. Operasi difokuskan di kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 dan sejumlah permukiman yang berada di tepian parit, lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian satwa liar tersebut.
Sebanyak 26 personel diterjunkan dalam operasi, terdiri atas 10 anggota Damkar, 10 personel BPBD, dan enam anggota Masyarakat Pecinta Senjata Angin. Tim menggunakan perahu karet bermesin untuk menyisir jalur sungai dan kolong rumah warga yang berdiri di atas perairan, mengingat kondisi geografis kawasan tersebut membuat akses melalui jalur air menjadi metode paling efektif.
Petugas memeriksa satu per satu kolong rumah panggung setelah menerima informasi bahwa monyet liar kerap terlihat bersembunyi di bawah bangunan warga. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh guna mempersempit ruang gerak satwa sekaligus mencegah munculnya korban baru.
Operasi pencarian dipantau langsung oleh Camat Tembilahan, Ari Syuria, bersama Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir. Kehadiran unsur pemerintah di lapangan bertujuan memastikan proses pencarian berlangsung maksimal serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih diliputi kekhawatiran.
Berdasarkan laporan warga, monyet liar tersebut pertama kali muncul di kawasan RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari terakhir, satwa itu terus berpindah lokasi hingga terlihat di Jalan Handayani. Warga Lorong Cempaka bahkan melaporkan sempat melihat dua ekor monyet, sehingga tim gabungan turut memperluas area pencarian karena diduga terdapat lebih dari satu ekor satwa liar yang berkeliaran.
Pergerakan monyet yang berpindah-pindah dan muncul di sejumlah titik permukiman membuat petugas harus menyisir area yang lebih luas. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri karena kawasan permukiman di Tembilahan didominasi rumah panggung di sepanjang aliran sungai dan parit.
Sementara itu, seluruh korban gigitan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada maupun puskesmas setempat. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memastikan seluruh biaya pengobatan, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga tuntas sesuai prosedur medis, ditanggung pemerintah tanpa dipungut biaya.
Camat Tembilahan Ari Syuria mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama monyet liar tersebut belum berhasil diamankan. Warga diminta mengawasi anak-anak, mengurangi aktivitas di luar rumah tanpa pendampingan, serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) agar keberadaan satwa liar dapat segera diketahui dan dilaporkan kepada petugas.
Ia juga menegaskan masyarakat tidak boleh mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berisiko memicu serangan dan menambah jumlah korban. Jika melihat keberadaan monyet liar, warga diminta segera melaporkannya kepada Posko Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui nomor 0851-8794-9123 agar penanganan dilakukan oleh petugas yang memiliki peralatan dan prosedur yang sesuai.
Hingga Jumat malam, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet liar. Pemerintah berharap satwa tersebut dapat segera diamankan sehingga rasa aman masyarakat kembali pulih dan aktivitas warga di Kecamatan Tembilahan Hilir dapat berlangsung normal tanpa ancaman serangan satwa liar. (*)

