Investasi Riau Capai Rp20,23 Triliun, Tertinggi di Sumatera dan Peringkat 8 Nasional

Investasi Riau Capai Rp20,23 Triliun, Tertinggi di Sumatera dan Peringkat 8 Nasional

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK, ST, MT,

Beritariau.com, Pekanbaru -- Realisasi investasi di Provinsi Riau menunjukkan pertumbuhan signifikan pada Triwulan II Tahun 2026. Nilai investasi yang masuk mencapai Rp20,23 triliun, meningkat 59,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menempatkan Riau sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Sumatera serta peringkat kedelapan secara nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK, menyampaikan capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Bumi Lancang Kuning.

"Data realisasi investasi ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat efektivitas kebijakan yang telah dijalankan, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi peningkatan investasi pada periode berikutnya," ujar Vera, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi Triwulan II 2026 naik dari Rp12,67 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Jika dibandingkan Triwulan I 2026 yang mencapai Rp12,85 triliun, investasi juga tumbuh 57,42 persen.

Vera menilai pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai langkah pemerintah dalam menyederhanakan regulasi, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai daerah tujuan investasi. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar investasi yang masuk semakin besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Secara nasional, Riau berada di peringkat kedelapan untuk total realisasi investasi dengan nilai Rp20,23 triliun. Untuk kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Riau menempati peringkat kelima nasional dengan nilai investasi Rp15,56 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berada di peringkat ke-14 nasional dengan nilai US$282,92 juta atau sekitar Rp4,67 triliun.

Di tingkat Sumatera, Riau menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar. PMDN mencapai Rp15,56 triliun atau tertinggi di Sumatera, sedangkan PMA sebesar Rp4,67 triliun menempatkan Riau di posisi ketiga. Secara total, gabungan PMDN dan PMA menjadikan Riau sebagai provinsi dengan investasi terbesar di Pulau Sumatera.

Komposisi investasi masih didominasi PMDN yang berkontribusi sekitar 77 persen atau Rp15,56 triliun, sementara PMA menyumbang 23 persen atau Rp4,67 triliun.

Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari sektor tersier senilai Rp11,73 triliun atau sekitar 58 persen dari total investasi. Selanjutnya sektor primer menyumbang Rp6,26 triliun (31 persen), sedangkan sektor sekunder mencapai Rp2,24 triliun (11 persen).

Realisasi investasi tersebut juga menghasilkan 8.354 proyek investasi, terdiri dari 7.534 proyek PMDN dan 820 proyek PMA.

Vera menegaskan, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pemerataan pembangunan.

Karena itu, DPMPTSP Provinsi Riau akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan investor guna menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.

Ia optimistis tren positif investasi dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Harapannya, investasi yang terus tumbuh tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau," tutup Vera. (*)