Siak Siap Kembangkan Eco Edu Park, Perkuat Perlindungan Ekosistem Gambut

Siak Siap Kembangkan Eco Edu Park, Perkuat Perlindungan Ekosistem Gambut

Beritariau.com, Siak -- Pemerintah Kabupaten Siak terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat. Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, upaya pelestarian gambut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

Hal itu disampaikan Afni saat menerima kunjungan Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Edy Nugroho Santoso, bersama tim Integrated Management of Peatland Landscapes in Indonesia (IMPLI) di Zamrud Room, Rumah Rakyat, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Siak Tahun 2025–2055 serta rencana pembangunan Eco Edu Park atau museum gambut sebagai pusat edukasi dan pembelajaran pengelolaan ekosistem gambut.

Menurut Afni, keberhasilan menjaga kawasan gambut tidak hanya diukur dari aspek konservasi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengelola lahan secara produktif tanpa merusak lingkungan.

"Intinya kita harus bersahabat dengan gambut. Namun, persahabatan itu juga harus memberikan manfaat ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan didukung dengan modal serta teknologi yang tepat. Mengelola lahan gambut tentu berbeda dengan lahan mineral," ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan sistem pengelolaan lahan tanpa bakar masih menjadi tantangan bagi petani karena membutuhkan peralatan dan teknologi yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut. Karena itu, pemerintah daerah berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk penyediaan alat pertanian yang dapat digunakan di kawasan gambut.

Selain itu, Afni mendorong pengembangan lebih banyak demplot pertanian di lahan gambut sebagai lokasi uji coba berbagai komoditas dan teknik budidaya yang ramah lingkungan.

"Kalau negara menginginkan tidak ada kebakaran lahan, maka petani juga harus diberi solusi agar dapat mengolah lahan tanpa membakar. Dengan peralatan sederhana tentu sangat berat. Kami berharap ada dukungan alat pertanian yang sesuai untuk lahan gambut," katanya.

Bupati Siak juga menegaskan pentingnya penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai langkah awal sebelum membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pembangunan Eco Edu Park. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi warisan bersama sekaligus pusat pembelajaran pengelolaan gambut yang berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso, menjelaskan bahwa Proyek IMPLI bertujuan memperkuat pengelolaan gambut melalui peningkatan kapasitas masyarakat, integrasi lintas program, serta pengembangan model pengelolaan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah gambut.

Di Kabupaten Siak, proyek tersebut difokuskan di Kampung Dayun dan Kampung Rawa Mekar Jaya sebagai kawasan percontohan yang mengintegrasikan perlindungan ekosistem, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Edy berharap pengalaman dari kedua kampung tersebut dapat menjadi model yang direplikasi di desa-desa gambut lainnya. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan gambut berkelanjutan mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)