Pemkab Siak Gelar Haul Sultan, Afni Tekankan Pentingnya Merawat Jejak Sejarah Melayu

Beritariau.com, Siak -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar Haul Sultan Siak ke-60 Tahun 2026 di Halaman Panggung Siak Bermadah, Sabtu malam (11/7/2026). Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para Sultan Siak sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam melestarikan sejarah Kesultanan Siak.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan haul bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para Sultan Siak yang telah memberikan kontribusi besar bagi agama, bangsa, dan pembangunan daerah.
"Haul Sultan Siak ini merupakan bentuk pengingat sekaligus ucapan terima kasih kepada para Sultan Siak yang telah berjasa bagi agama, nusa, dan bangsa, khususnya Kabupaten Siak, melalui doa bersama dan lantunan kalimat tauhid," ujarnya.
Sebelum pelaksanaan malam puncak, Pemkab Siak bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan tokoh masyarakat terlebih dahulu melaksanakan Ziarah Kubro ke Kompleks Makam Koto Tinggi dan Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Sultan Syarif Kasim II oleh Habib Muhammad Taufiq bin Aqil Assegaf, tausiah oleh Habib Sayyid Reza Banahsan, serta dihadiri Habib Muhammad Azhar bin Alwi Assegaf.
Dalam sambutannya, Afni mengajak masyarakat untuk terus menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah Kesultanan Siak, termasuk keberadaan Istana Siak Asserayah Hasyimiah sebagai salah satu simbol kejayaan peradaban Melayu yang masih berdiri megah hingga kini.
Menurutnya, istana tersebut merupakan warisan berharga yang dibangun para Sultan Siak sebagai peninggalan sejarah yang kini menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus.
"Istana Siak dibangun tanpa beliau mengetahui apakah suatu saat nanti kita akan mengingat jasa-jasa beliau. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang para Sultan Siak dan mengirimkan doa terbaik bagi mereka," katanya.
Bupati juga menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap sejarah kepada generasi muda. Sebagai bentuk penghormatan kepada Sultan Syarif Kasim II, Pemerintah Kabupaten Siak telah menginstruksikan pemasangan foto Sultan Syarif Kasim II di berbagai ruang publik serta mewajibkan menyanyikan Mars Kabupaten Siak pada setiap kegiatan seremonial setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
"Sebagai anak cucu Siak, kita memiliki utang sejarah yang besar. Jangan sampai kita maupun anak cucu kita melupakan sejarah," tegas Afni.
Ia menambahkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui keberadaan Istana Siak sebagai salah satu peninggalan kerajaan Melayu yang tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Padahal, Kesultanan Siak memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, terutama ketika Sultan Syarif Kasim II menyerahkan tahta beserta kekayaannya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kita memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan Republik ini bahwa pernah ada seorang Sultan yang rela menyerahkan harta dan tahtanya demi kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
Selain pelestarian sejarah, Afni menegaskan komitmen Pemkab Siak untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan agar semakin diminati masyarakat.
"Kami akan terus berupaya agar setiap kegiatan keagamaan mampu menarik seluruh lapisan masyarakat. Jangan hanya kegiatan yang bersifat duniawi yang ramai, tetapi kegiatan keagamaan juga harus menjadi ruang berkumpul masyarakat," pungkasnya. (*)

