Dosen UIN Suska Riau Wakili Indonesia pada Forum Kepemimpinan Pemuda Asia Tenggara di Thailand

Dosen UIN Suska Riau Wakili Indonesia pada Forum Kepemimpinan Pemuda Asia Tenggara di Thailand

Beritariau.com, Pekanbaru -- Dosen Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Suheri, dipercaya menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program Dialogue in Action: Strengthening Youth Leadership for Climate Action in Southeast Asia yang digelar di Bangkok dan Ayutthaya, Thailand, pada 9–15 Juni 2026.

Program tersebut diselenggarakan oleh King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID) bekerja sama dengan IBHAP Foundation dan The Caravanserai Collective. Kegiatan ini mempertemukan pemimpin muda, akademisi, praktisi, serta pegiat masyarakat sipil dari berbagai negara di Asia Tenggara untuk membahas kepemimpinan pemuda dalam menghadapi perubahan iklim.

Selama sepekan, para peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi, refleksi, simulasi, hingga kunjungan lapangan yang berfokus pada isu perubahan iklim, pembangunan perdamaian, penguatan ketahanan masyarakat, serta dialog lintas agama dan budaya.

Dalam forum tersebut, Suheri memaparkan hasil penelitian dan pendampingannya terhadap komunitas penganut agama leluhur di Indonesia. Ia menyoroti dampak penyusutan kawasan hutan adat yang tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan nilai-nilai spiritual, budaya, dan kearifan lokal masyarakat adat.

Menurut Suheri, tantangan krisis iklim membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas budaya agar solusi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Salah satu pengalaman paling berkesan adalah belajar dari peserta berbagai negara di Asia Tenggara. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, kami menghadapi tantangan yang sama dalam membangun kolaborasi, memperkuat komunitas, dan merespons krisis iklim," ujarnya.

Ia menambahkan, aksi menghadapi perubahan iklim tidak hanya bergantung pada kebijakan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun kepercayaan, saling mendengarkan, dan bekerja sama melampaui berbagai perbedaan.

Keikutsertaan Suheri menjadi bagian dari upaya internasionalisasi Program Studi Studi Agama-Agama UIN Suska Riau melalui keterlibatan aktif dosen dalam forum akademik dan pengembangan kapasitas di tingkat regional.

Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama internasional, membuka peluang riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong pengembangan pembelajaran yang mengintegrasikan isu agama, lingkungan, dan keberlanjutan, baik di tingkat lokal maupun regional. (*)