Januari-Mei 2026, AHM Sebut Penjualan Motor Honda Tumbuh 11 Persen
Dok. Istimewa
Beritariau.com, Jakarta - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik, penjualan sepeda motor Honda justru menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. PT Astra Honda Motor (AHM) mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Marketing Director AHM, Octavianus Dwi, mengatakan pihaknya masih mempertahankan target penjualan tahun ini dan belum berencana melakukan revisi, meskipun kondisi ekonomi masih dibayangi berbagai tantangan.
"Kami belum merevisi target karena kita masih wait and see atas situasi di lapangan," ujar Octa di Cikarang, Selasa (24/6/2026).
Menurutnya, sejumlah faktor seperti penguatan dolar Amerika Serikat, fluktuasi ekonomi global, hingga tingginya suku bunga belum memberikan dampak signifikan terhadap permintaan sepeda motor Honda. Hingga Juni 2026, permintaan pasar dinilai masih bergerak positif.
"Kalau melihat sampai bulan Juni ini, rasanya permintaan masih ada pergerakan positif untuk sepeda motor Honda," katanya.
Optimisme AHM didukung oleh performa penjualan yang terus meningkat sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data internal perusahaan, penjualan sepeda motor Honda pada Mei 2026 saja telah melampaui angka 400 ribu unit.
"Penjualan Honda growth-nya 11 persen Januari-Mei 2026. Pada Mei saja penjualannya lebih dari 400 ribu unit," ungkap Octa.
Pertumbuhan tersebut juga sejalan dengan kondisi pasar sepeda motor nasional yang masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, penjualan sepeda motor nasional secara wholesales mencapai 2,61 juta unit sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Meski pertumbuhan pasar tidak terlalu agresif, AISI tetap mempertahankan proyeksi penjualan sepeda motor nasional sepanjang 2026 di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, atau relatif sama dengan pencapaian pada tahun sebelumnya.
Kinerja positif Honda menunjukkan bahwa sepeda motor masih menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sarana mobilitas harian yang dinilai lebih terjangkau dan efisien di tengah dinamika ekonomi yang terjadi saat ini. (*)

