Inovatif di Tengah Efisiensi Anggaran
Dinas Perikanan Bengkalis Gelar Pembinaan Mutu Pelaku Usaha Perikanan Secara Daring

Beritariau.com, Bengkalis – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak menyurutkan langkah Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor perikanan. Sebaliknya, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk melahirkan inovasi baru melalui pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai program pembinaan.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap tantangan tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis menggelar Webinar Sosialisasi Cara Pengolahan Ikan yang Baik (CPIB) dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) bagi pelaku usaha perikanan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini merupakan terobosan baru dalam pelaksanaan pembinaan mutu yang selama ini umumnya dilakukan secara tatap muka. Dengan metode daring, pembinaan dapat dilaksanakan secara lebih fleksibel, efisien, serta menjangkau peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkalis tanpa terkendala jarak dan biaya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Muhammad Azmir, melalui Kepala Bidang Bina Mutu Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (BMP2HP), Arie Pranata, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi solusi yang tepat dalam menjaga keberlangsungan program pembinaan di tengah keterbatasan anggaran.
Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan berkurangnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah dituntut untuk terus berinovasi agar program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal.
“Melalui Zoom Meeting, kita justru dapat menjangkau lebih banyak peserta secara bersamaan, lebih cepat, efektif, dan hemat biaya. Biaya perjalanan dinas, sewa tempat, konsumsi, dan akomodasi dapat ditekan, namun kualitas pembinaan tetap terjaga,” ujar Arie.
Ia menambahkan, transformasi digital dalam pelaksanaan pembinaan juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan arahan pemerintah pusat untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Webinar tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Wiwik Puji Rahayu, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penerapan Cara Pengolahan Ikan yang Baik (CPIB) sebagai salah satu standar dalam menghasilkan produk perikanan yang bermutu, aman dikonsumsi, dan memiliki daya saing di pasar.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur pengurusan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), manfaat sertifikasi bagi pelaku usaha, serta peluang pengembangan usaha melalui penerapan standar mutu dan keamanan pangan.
Penerapan CPIB dan kepemilikan SKP dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan yang dihasilkan. Tidak hanya memberikan jaminan mutu dan keamanan produk, sertifikasi tersebut juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperluas pangsa pasar, baik di tingkat regional maupun nasional.
Para peserta yang terdiri dari pelaku usaha perikanan di Kabupaten Bengkalis tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan tingginya minat para pelaku usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka dalam pengelolaan hasil perikanan yang sesuai standar.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen peserta dalam mengikuti kegiatan pembinaan, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis juga memberikan e-sertifikat kepada seluruh peserta yang mengikuti webinar hingga selesai.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu menghadirkan solusi yang efektif di tengah tantangan efisiensi anggaran. Selain lebih hemat biaya, metode daring juga memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi dan peningkatan kapasitas masyarakat secara lebih merata.
Ke depan, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana komunikasi, koordinasi, edukasi, dan pembinaan bagi masyarakat perikanan di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis. Berbagai program pembinaan dan pendampingan akan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah ini, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi digital, sektor perikanan di Kabupaten Bengkalis diharapkan semakin maju, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

