Camat Bengkalis Dukung Pengembangan Kopi Liberika, Pelatihan Pembibitan Digelar di Desa Pedekik

Beritariau.com, Bengkalis - Upaya pengembangan kopi Liberika sebagai komoditas unggulan berbasis lahan gambut terus mendapat dukungan dari berbagai pihak di Kabupaten Bengkalis. Salah satunya melalui pelatihan penyemaian dan pembibitan kopi Liberika yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Desa Pedekik, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Gambut bersama Bahtera Melayu tersebut mendapat apresiasi dari Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan, yang menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas petani sekaligus mendorong pemanfaatan lahan gambut secara produktif dan berkelanjutan.
Pelatihan tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan teknis mengenai proses penyemaian benih, pembibitan, hingga perawatan bibit kopi Liberika yang berkualitas. Dengan meningkatnya kemampuan petani dalam menghasilkan bibit unggul, diharapkan produktivitas tanaman kopi serta nilai ekonominya juga semakin meningkat.
Dalam sambutannya, Rafli Kurniawan menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Gambut dan Bahtera Melayu yang dinilai konsisten mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian berbasis potensi lokal. Menurutnya, kopi Liberika memiliki prospek yang menjanjikan karena mampu tumbuh dengan baik di lahan gambut yang banyak terdapat di Kabupaten Bengkalis.
“Kopi Liberika merupakan salah satu peluang ekonomi yang sangat potensial bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki ekosistem gambut. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga bekal untuk membangun usaha tani yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kopi Liberika memiliki karakteristik unik dan cita rasa khas yang semakin diminati pasar. Oleh karena itu, kualitas bibit menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya dan hasil produksi di masa mendatang.
Pemerintah Kecamatan Bengkalis, lanjutnya, terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, kelompok tani, serta masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis potensi daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan kopi Liberika sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan gambut.
Rafli juga mengajak seluruh peserta pelatihan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing. Ia berharap Desa Pedekik dapat berkembang menjadi salah satu sentra pengembangan kopi Liberika di Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, Direktur Bahtera Melayu, Defitri Akbar, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pengelolaan lahan gambut secara produktif dan lestari. Menurutnya, pengembangan kopi Liberika dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa merusak ekosistem gambut.
“Keberhasilan pengembangan kopi dimulai dari bibit yang unggul. Karena itu, pelatihan penyemaian dan pembibitan seperti ini sangat penting untuk melahirkan petani yang mampu menghasilkan bibit berkualitas dan meningkatkan hasil produksi di masa mendatang,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Penjabat Kepala Desa Pedekik, Syaiful Anwar, yang menyambut baik dipilihnya Desa Pedekik sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas petani dan memperkuat pengembangan kopi Liberika sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang ramah terhadap lingkungan.
Pelatihan berlangsung dalam bentuk teori dan praktik lapangan yang dipandu oleh Raja Alvian dan Tuti Sarinam. Materi yang diberikan mencakup agroforestri, ekosistem gambut, pemilihan benih, teknik penyemaian, pembuatan media tanam, pemeliharaan bibit, hingga persiapan bibit sebelum ditanam di lahan.
Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Tani Pedekik Lestari, anggota Mapala Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis, pemuda desa, serta masyarakat setempat. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung, menandakan besarnya minat masyarakat terhadap pengembangan kopi Liberika sebagai salah satu komoditas masa depan di Kabupaten Bengkalis. (*)

