FSH UIN Suska Riau Gelar Pelatihan TikTok Seller dan Affiliate untuk Cetak Wirausahawan Digital

FSH UIN Suska Riau Gelar Pelatihan TikTok Seller dan Affiliate untuk Cetak Wirausahawan Digital

Beritariau.com, Pekanbaru - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau melalui Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menggelar “Pelatihan Inovatif Marketing: TikTok Seller & Affiliate Tingkat Pemula” bagi mahasiswa, Selasa (26/5/2026), di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjawab peluang ekonomi kreatif dan mendorong lahirnya wirausahawan muda di era digital.

Dekan FSH UIN Suska Riau, Maghfirah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi kreatif.

“Melalui pelatihan TikTok Seller dan Affiliate ini, kami berharap mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dapat jeli melihat peluang, membangun kemandirian finansial, dan menjadi pionir wirausahawan muda yang tangguh dan beretika,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan dua praktisi digital sebagai narasumber. Pada sesi pertama, educator dan content creator Hauza Syaukani menjelaskan pentingnya membangun fondasi aset digital toko yang terintegrasi, mulai dari email hingga aplikasi pesan.

Ia juga memaparkan perbedaan antara TikTok Seller dan Affiliate. Menurutnya, seorang Seller bertugas menginput foto produk dan deskripsi secara mandiri, sedangkan Affiliate cukup menambahkan produk dari marketplace ke etalase digital mereka.

Sementara itu, praktisi digital Roni Januar Saputra membagikan strategi teknis yang membantunya meraih omzet miliaran rupiah melalui platform TikTok.

Roni menjelaskan pentingnya konsistensi dalam membuat konten, yakni dengan pola tiga video per hari yang terdiri atas 40 persen edukasi, 30 persen review, 20 persen solusi masalah, dan 10 persen soft selling. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya live streaming selama empat hingga lima jam setiap hari sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam program affiliate.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan digital marketing serta siap menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri dan inovatif di era digital. (*)