Ribuan Warga Padati CFD Rohil, Layanan Publik dan UMKM Jadi Magnet

Beritariau.com, Rohil - Ribuan masyarakat memadati kawasan Arena MTQ Taman Budaya Batu 6, Kota Bagansiapiapi, dalam gelaran Car Free Day (CFD) yang digelar pada Minggu pagi, 17 Mei 2026. Kegiatan rutin mingguan ini berlangsung meriah dengan antusiasme warga yang datang sejak pukul 06.00 WIB.
CFD kali ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Literasi melalui Perpustakaan Ramah Anak”, yang menekankan pentingnya peningkatan minat baca dan penguatan literasi sejak usia dini di Kabupaten Rokan Hilir.
Bistamam hadir langsung di lokasi didampingi Ketua TP-PKK Rokan Hilir, Tati Sri Rahayu. Keduanya turut berbaur dengan masyarakat dan mengikuti senam Zumba massal yang menjadi pembuka kegiatan CFD tersebut.
Selain olahraga bersama, kegiatan juga diisi dengan berbagai layanan publik dan aktivitas edukatif. Salah satunya adalah sesi podcast interaktif yang menghadirkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Rokan Hilir, Budi Mulya, sebagai narasumber yang membahas penguatan budaya literasi di daerah.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan seni dari pelajar SMPN 1 Bangko serta kuis berhadiah yang disambut antusias oleh warga. Pemerintah daerah juga menghadirkan berbagai layanan publik gratis, mulai dari cek kesehatan, sosialisasi pencegahan DBD, layanan konseling keluarga, hingga edukasi keliling melalui perpustakaan dan stand promosi sekolah.
Di sisi ekonomi, puluhan stan UMKM lokal turut meramaikan kegiatan dengan menawarkan beragam kuliner dan produk kerajinan khas daerah. Kehadiran bazar ini menjadi ruang promosi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Selain itu, panitia CFD juga mengampanyekan gerakan peduli lingkungan melalui program “Tukar Sampah Plastik dengan Voucher Belanja”, yang mendorong warga untuk menjaga kebersihan kawasan selama kegiatan berlangsung.
Usai mengikuti senam bersama, Bupati Bistamam bersama Ketua TP-PKK juga meninjau stan layanan kesehatan dan menyempatkan diri berbelanja di area UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kecil di daerah. (*)

