UIN Suska Riau dan Ditjen Bimas Islam Kolaborasi dalam Pendidikan, Riset, dan Pengabdian

UIN Suska Riau dan Ditjen Bimas Islam Kolaborasi dalam Pendidikan, Riset, dan Pengabdian

Beritariau.com, Jakarta - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau resmi menjalin kesepakatan bersama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI dalam upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat nasional.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Rabu (13/5/2026) di Jakarta. Kesepakatan ditandatangani langsung oleh Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Leny Nofianty, bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianty, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen universitas dalam memperluas kontribusi akademik dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional. Menurutnya, kerja sama itu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Sinergi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen UIN Suska Riau untuk memastikan bahwa riset dan pendidikan yang kami jalankan dapat beriringan dengan program-program penguatan bimbingan masyarakat Islam di lapangan,” ujarnya.

Melalui kemitraan tersebut, UIN Suska Riau dan Ditjen Bimas Islam berkomitmen memadukan potensi akademik perguruan tinggi dengan berbagai program pembinaan masyarakat Islam yang dijalankan pemerintah.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat implementasi program-program keagamaan nasional. Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pelatihan, hingga kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keislaman.

Dengan adanya kesepakatan bersama ini, kedua institusi optimistis sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dapat semakin kuat dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. (*)