Syafaruddin Poti Hadiri Haul ke-115 Maulana Syeikh Ibrahim Al Khalidi di Pasaman

Beritariau.com, Pasaman - Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai peringatan Haul ke-115 Maulana Syeikh Ibrahim Al Khalidi Kumpulan yang digelar di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi akbar jamaah Tariqat Naqsyabandiyah dari berbagai daerah, termasuk dari Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi sejumlah pejabat daerah serta sekitar 400 jamaah Tariqat Naqsyabandiyah dari Rokan Hulu.
Kehadiran rombongan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus wujud kecintaan kepada para ulama pewaris ilmu dan dakwah Islam.
Dalam sambutannya, Syafaruddin Poti menyampaikan apresiasi kepada pimpinan tarekat dan panitia pelaksana atas undangan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
Ia menegaskan bahwa momentum haul bukan hanya mengenang jasa seorang ulama besar, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, kami menyampaikan terima kasih. Momentum haul ini bukan sekadar mengenang jasa ulama besar, namun juga mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antarumat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery turut menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh tamu undangan, termasuk rombongan dari Rokan Hulu. Ia mengapresiasi kehadiran jamaah dalam jumlah besar yang turut memeriahkan kegiatan keagamaan tersebut.
Acara haul juga dihadiri oleh Ketua DPRD Pasaman serta unsur Forkopimda setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan, diawali pembacaan berzanji, pembacaan sejarah dan perjuangan Maulana Syeikh Ibrahim Al Khalidi, hingga doa bersama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Zuhur berjamaah dan makan bersama, yang menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan persaudaraan antarjamaah serta masyarakat yang hadir.
Momentum haul ini menjadi pengingat bahwa warisan para ulama tidak hanya dikenang, tetapi terus dihidupkan melalui amalan, akhlak, dan semangat persaudaraan yang diwariskan kepada generasi berikutnya, khususnya di daerah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk, Rokan Hulu. (*)

