RSUD Arifin Achmad Berhasil Lakukan Operasi Bypass Jantung dengan Teknik Off Pump

RSUD Arifin Achmad Berhasil Lakukan Operasi Bypass Jantung dengan Teknik Off Pump

Beritariau.com, Pekanbaru – RSUD Arifin Achmad kembali mencatat kemajuan penting dalam pelayanan kesehatan di Provinsi Riau setelah berhasil melakukan operasi bypass jantung menggunakan teknik off pump coronary artery bypass (OPCAB), yakni prosedur operasi tanpa menggunakan mesin pengganti fungsi jantung dan paru-paru (Heart Lung Machine).

Operasi tersebut dilakukan oleh tim dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular RSUD Arifin Achmad yang dipimpin Hariadi Hatta bersama tim bedah jantung rumah sakit, dengan supervisi dari Wirya Ayu Graha dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada Jumat (8/5/2026).

Hariadi menjelaskan bahwa teknik off pump merupakan metode operasi bypass jantung yang dilakukan saat jantung pasien masih berdetak. Berbeda dengan prosedur bypass konvensional yang umumnya menggunakan mesin jantung-paru untuk mengambil alih fungsi sirkulasi darah, pada teknik ini jantung tetap bekerja secara normal selama operasi berlangsung.

“Dengan teknik ini kami melakukan operasi bypass saat jantung masih berdetak,” ujarnya.

Ia menerangkan, selama proses operasi berlangsung, tim bedah menggunakan alat khusus untuk menstabilkan bagian jantung yang sedang dilakukan penyambungan pembuluh darah. Proses tersebut membutuhkan ketelitian dan keterampilan tinggi karena dokter harus menjahit pembuluh darah di tengah gerakan jantung yang terus aktif.

Menurut Hariadi, keberhasilan tindakan ini menjadi salah satu langkah maju dalam pengembangan layanan bedah jantung di Riau. Selain membutuhkan kesiapan peralatan medis, prosedur tersebut juga memerlukan koordinasi dan kekompakan tim operasi yang sangat baik.

Ia menambahkan, teknik off pump memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional. Risiko komplikasi pasca operasi dinilai lebih rendah, masa pemulihan pasien lebih cepat, serta potensi terjadinya stroke dapat ditekan karena prosedur tidak menyentuh pembuluh darah aorta selama operasi dilakukan.

Selain itu, risiko gangguan ginjal setelah operasi juga dinilai lebih kecil sehingga metode ini menjadi salah satu pilihan modern dalam tindakan bypass jantung.

Meski demikian, Hariadi menegaskan bahwa penggunaan mesin jantung-paru masih tetap diperlukan pada beberapa kasus tertentu, seperti pasien dengan penyumbatan pembuluh darah yang berat atau kondisi pembuluh yang terlalu kecil dan kompleks.

“Tidak semua pasien bisa menggunakan teknik ini. Ada kondisi tertentu yang tetap membutuhkan bantuan Heart Lung Machine,” jelasnya.

Sementara itu, Wirya Ayu Graha menilai keberhasilan operasi tersebut menunjukkan kesiapan layanan jantung di RSUD Arifin Achmad yang semakin berkembang. Ia mengapresiasi fasilitas penunjang serta kerja sama tim medis yang dinilai sudah sangat baik.

Menurutnya, pelayanan jantung yang lengkap dan berkualitas kini sudah dapat diperoleh masyarakat di Pekanbaru tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti peningkatan kapasitas layanan kesehatan di Riau, khususnya dalam bidang bedah jantung dan pembuluh darah, serta diharapkan dapat memberikan akses pelayanan yang lebih cepat dan optimal bagi masyarakat. (*)