Baitul Arqom UMRI Bekali Calon Wisudawan dengan Karakter Solutif dan Semangat Berdampak

Beritariau.com, Pekanbaru - Universitas Muhammadiyah Riau kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berdampak bagi masyarakat melalui kegiatan Baitul Arqom Purna Studi. Kegiatan ini resmi dimulai pada Jumat (1/5/2026) di Kampus Utama UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.
Mengusung tema “Alumni Berkarakter dan Berdampak: UMRI Unggul Mencerahkan Semesta”, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi salah satu tahapan penting bagi calon wisudawan dan wisudawati sebelum terjun ke dunia kerja maupun masyarakat.
Baitul Arqom sendiri merupakan program pembinaan khas Muhammadiyah yang bertujuan memperkuat nilai keislaman, ideologi, serta profesionalisme peserta. UMRI menjadikannya sebagai instrumen strategis untuk memastikan lulusan memiliki keseimbangan antara kompetensi ilmu pengetahuan dan kekuatan karakter.
Ketua panitia yang juga Direktur Direktorat Akademik UMRI, Dr. Jupendri, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, lulusan UMRI harus mampu menjadi pribadi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan daya saing tinggi.
“Kami ingin memastikan lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai pembeda,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 418 peserta mengikuti kegiatan tersebut, termasuk 26 mahasiswa non-muslim. Menariknya, Baitul Arqom kali ini juga untuk pertama kalinya diikuti oleh mahasiswa program pascasarjana dari Magister Manajemen dan Kewirausahaan, menandai perluasan cakupan pembinaan di lingkungan kampus.
Rektor UMRI, Saidul Amin, dalam arahannya menekankan pentingnya internalisasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh peserta. Ia berpesan agar para calon lulusan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, bukan justru menjadi sumber masalah.
“Jadilah problem solver, bukan problem maker di lingkungan mana pun kalian berada,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun hubungan administratif mahasiswa dengan kampus akan berakhir setelah kelulusan, ikatan moral dan nilai dengan almamater tetap harus dijaga sepanjang hayat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, menilai bahwa Baitul Arqom bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan pembentukan karakter yang berkelanjutan.
Ia menekankan empat nilai utama yang ingin ditanamkan, yakni karakter, dampak, keunggulan, dan semangat mencerahkan semesta. Menurutnya, nilai “berdampak” menjadi DNA penting dalam gerakan Muhammadiyah yang selalu berorientasi pada solusi nyata bagi umat dan masyarakat.
“Dampak adalah bukti kebermanfaatan. Muhammadiyah hadir bukan hanya untuk wacana, tetapi solusi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UMRI berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial tinggi. Alumni diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam berkemajuan ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, Baitul Arqom kembali mempertegas visi UMRI dalam melahirkan lulusan yang cerdas, solutif, dan berdampak luas bagi lingkungan, bangsa, dan kemanusiaan. (*)

