PAD Pekanbaru Melonjak ke Rp1,2 Triliun, Wali Kota Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

PAD Pekanbaru Melonjak ke Rp1,2 Triliun, Wali Kota Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho

Beritariau.com, Pekanbaru - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru mencatat kenaikan signifikan di tengah tantangan fiskal dan efisiensi anggaran. Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil mendorong lonjakan PAD melalui berbagai inovasi layanan dan kemudahan bagi wajib pajak.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut peningkatan ini tidak lepas dari upaya perbaikan pelayanan publik, khususnya dalam sistem perpajakan. Menurutnya, kemudahan akses dan proses yang tidak berbelit menjadi kunci meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Salah satu langkah yang diambil adalah pemberian insentif berupa diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang terbukti mendorong partisipasi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga mempercepat proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), agar lebih efisien dan ramah bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Tak hanya dari PBB, kenaikan PAD juga didorong oleh sektor pajak lainnya seperti reklame, hotel, restoran, serta pajak opsen. Secara keseluruhan, PAD Pekanbaru meningkat dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agung menegaskan, peningkatan pendapatan daerah harus diiringi dengan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Pemerintah kota, kata dia, terus mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas umum, serta peningkatan layanan kebersihan.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dituntut patuh membayar pajak, tetapi juga dapat langsung merasakan hasil pembangunan dari kontribusi yang diberikan. (*)