Pemprov Riau Paparkan Capaian dan Tantangan Layanan Kesehatan ke DPR RI

Pemprov Riau Paparkan Capaian dan Tantangan Layanan Kesehatan ke DPR RI

Beritariau.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau memaparkan capaian sekaligus tantangan dalam sektor layanan kesehatan saat menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Kantor Gubernur Riau, Rabu (22/4/2026).

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan bahwa Pemprov Riau terus mendorong transformasi pembangunan kesehatan dengan menggeser fokus dari pendekatan kuratif ke preventif.

Menurutnya, langkah ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan beban pembiayaan. Salah satu implementasinya adalah program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dijalankan secara luas di seluruh daerah.

Saat ini, seluruh 243 puskesmas di Riau telah melaksanakan program tersebut. Hingga akhir 2025, jumlah kunjungan masyarakat tercatat mencapai 1.276.987 dari total sasaran 6,8 juta penduduk, atau sekitar 18,75 persen.

Meski menunjukkan tren positif, Pemprov Riau mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya. Di antaranya keterbatasan sistem aplikasi, ketersediaan bahan medis, serta kondisi geografis wilayah yang beragam.

Selain itu, capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Riau juga telah mencapai sekitar 93 persen penduduk. Sementara itu, RSUD Arifin Achmad terus berperan sebagai rumah sakit rujukan utama dengan kapasitas 497 tempat tidur.

Namun, tantangan klasik di sektor kesehatan masih menjadi perhatian, terutama terkait kekurangan tenaga dokter spesialis dan belum meratanya distribusi layanan kesehatan di berbagai wilayah.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit, khususnya rumah sakit tipe D agar dapat naik kelas menjadi tipe C melalui penguatan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia.

Pemprov Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem layanan kesehatan secara menyeluruh, agar akses dan kualitas layanan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. (*)