Pemkab Kuansing Perkuat TPPS, Gerakan Penimbangan Serentak Stunting Digelar April 2026

Pemkab Kuansing Perkuat TPPS, Gerakan Penimbangan Serentak Stunting Digelar April 2026

Beritariau.com, Kuansing - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memperkuat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam rangka persiapan pelaksanaan gerakan penimbangan dan pengukuran serentak pencegahan stunting yang dijadwalkan pada April 2026.

Rapat koordinasi yang digelar di Ruang Multimedia Kantor Bupati, Senin (20/4/2026), dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah dan dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, perangkat daerah terkait, Ketua TP PKK, serta para camat se-Kuansing.

Ketua TPPS Kuansing, Napisman, menegaskan bahwa penurunan stunting merupakan prioritas nasional sekaligus indikator penting kinerja pemerintah daerah. Ia meminta seluruh unsur TPPS bekerja lebih serius, terkoordinasi, dan konsisten dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

Ia juga menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar kebijakan, termasuk pemetaan lokus stunting hingga tingkat desa dan posyandu agar intervensi dapat lebih tepat sasaran.

“Data harus akurat dan intervensi harus menyentuh wilayah prioritas,” tegasnya.

Upaya percepatan penurunan stunting difokuskan pada intervensi gizi spesifik, peningkatan sanitasi dan air bersih, penguatan perlindungan sosial, serta edukasi masyarakat mengenai pola asuh dan gizi seimbang.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KBP3A Kuansing, Mardansyah, menyebut tantangan utama terletak pada partisipasi aktif masyarakat, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komunikatif dan berkelanjutan.

Asisten I Setda Kuansing juga menekankan pentingnya penguatan peran TPPS hingga tingkat kecamatan dan desa, serta optimalisasi Dinas Kesehatan sebagai leading sector dalam memastikan program berbasis data posyandu berjalan akurat dan terukur.

Dari hasil rapat, ditetapkan sebanyak 26.704 data sasaran final berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan. Gerakan penimbangan serentak akan dilaksanakan pada April 2026, dengan intervensi terhadap 1.450 balita stunting melalui evaluasi dan verifikasi medis oleh tenaga kesehatan di lapangan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa rapat koordinasi TPPS akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, Pemkab Kuantan Singingi menargetkan percepatan penurunan stunting dapat dicapai secara optimal melalui sinergi lintas sektor dan intervensi berbasis data yang tepat sasaran. (*)