Ancaman Super El Nino Menguat, Kapolda Riau Pimpin Monitoring Karhutla

Beritariau.com, Bengkalis - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, sebagai bagian dari langkah cepat mengantisipasi potensi kebakaran yang diprediksi meningkat pada 2026.
Kehadiran Kapolda tidak hanya untuk memantau proses pemadaman, tetapi juga memberi dukungan moril kepada tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan Masyarakat Peduli Api yang tengah berjibaku di lapangan.
Monitoring ini menjadi bagian dari upaya terpadu menghadapi ancaman Super El Nino, fenomena iklim yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem dan memperparah risiko karhutla. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda turut didampingi pakar kehutanan IPB, Prof Bambang Hero Suharjo, guna memperkuat penanganan berbasis ilmiah.
Kapolda menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara kolaboratif lintas sektor, dengan fokus utama memutus titik api sejak dini sebelum meluas, terutama menjelang puncak musim kemarau.
Selain pemadaman, Polda Riau juga menaruh perhatian pada penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Sepanjang 2025, puluhan kasus karhutla telah ditangani dengan sejumlah tersangka diamankan sebagai bentuk komitmen tanpa toleransi terhadap pelanggaran.
Upaya pencegahan juga terus diperkuat melalui edukasi masyarakat, pemasangan imbauan larangan membakar lahan, serta kebijakan agar lahan bekas terbakar tidak dimanfaatkan kembali.
Di sisi lain, langkah penghijauan melalui program penanaman pohon dinilai penting untuk menekan dampak emisi dan meminimalkan risiko karhutla di masa depan.
Pakar mengingatkan, kondisi Super El Nino tahun ini berpotensi menyerupai bencana karhutla besar 1997–1998, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dan langkah antisipatif sejak dini agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas. (*)

