Bupati Siak Perkuat Pelaksanaan Program MBG, Yayasan dan Mitra Dapur SPPG Teken Komitmen Bersama

Bupati Siak Perkuat Pelaksanaan Program MBG, Yayasan dan Mitra Dapur SPPG Teken Komitmen Bersama

Beritariau.com, Siak - Pemerintah Kabupaten Siak mengumpulkan seluruh yayasan, mitra, serta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memastikan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Komitmen itu ditandatangani langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, bersama para pengelola dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Siak. Langkah ini menjadi yang pertama dilakukan di Provinsi Riau dalam rangka penguatan pengelolaan program MBG di tingkat daerah.

Afni menjelaskan, pengumpulan seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG bertujuan memastikan kualitas makanan yang disediakan bagi peserta didik tetap terjaga dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

Dalam komitmen tersebut ditegaskan bahwa setiap dapur SPPG wajib menyediakan makanan dengan komposisi gizi seimbang sesuai pedoman dari Badan Gizi Nasional. Menu makanan harus mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah dengan porsi yang proporsional.

Selain memperhatikan kandungan gizi, pengelola dapur juga diwajibkan menyusun variasi menu agar penerima manfaat tidak mengalami kebosanan. Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan mutu makanan tetap terjaga.

Dari sisi keamanan pangan, setiap dapur SPPG diwajibkan menerapkan standar higiene dan sanitasi yang ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, hingga pengemasan makanan. Seluruh tahapan produksi harus dipastikan bebas dari kontaminasi serta tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang.

Program MBG di Kabupaten Siak juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Pengelola dapur diminta memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, terutama ibu rumah tangga dan tenaga kerja lokal.

Selain itu, bahan baku pangan diutamakan berasal dari petani, peternak, dan nelayan di wilayah Kabupaten Siak. Setiap dapur mitra program bahkan diwajibkan memiliki sedikitnya 15 pemasok bahan baku dari masyarakat lokal.

Dalam aspek distribusi, pengelola dapur harus memastikan makanan sampai tepat waktu ke sekolah atau lokasi penerima manfaat dalam kondisi layak konsumsi. Seluruh mitra juga diwajibkan menyampaikan laporan distribusi harian serta penggunaan anggaran secara transparan melalui sistem pelaporan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Saat ini jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Siak telah mencapai lebih dari 120 ribu peserta didik yang tersebar di berbagai sekolah. Pemerintah daerah berharap komitmen bersama ini dapat memastikan program MBG berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi dan kesehatan generasi muda. (*)