Stakeholder Zakat Riau Siapkan Implementasi Program Nasional Joyfull Ramadhan 1447 H

Beritariau.com, Pekanbaru – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan pengelolaan zakat tingkat provinsi sebagai langkah koordinasi pelaksanaan agenda nasional Teras Zawa – Joyfull Ramadhan 1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Riau, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan ini dihadiri berbagai stakeholder pengelola zakat di Riau, di antaranya perwakilan Dinas Sosial Provinsi Riau, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Riau, serta perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Riau. Selain itu turut hadir sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia, Energi Kebaikan Rokan, Swadaya Ummah, Pekanbaru Berdaya, Raudhatul Jannah, serta Rumah Yatim Arrohmah.
Pertemuan ini menjadi forum sinergi untuk mengeksekusi agenda nasional Kementerian Agama melalui program Selasar Hangat Lintas Agama x Joyfull Ramadhan, yang bertujuan memperkuat kolaborasi multipihak dalam optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf selama bulan Ramadhan.
Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi, menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran penting dalam pembinaan dan pengawasan pengelolaan zakat di daerah sesuai regulasi nasional. Menurutnya, zakat memiliki karakteristik khusus karena penerimanya telah ditentukan secara syariat sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara tepat sasaran.
“Zakat memiliki ketentuan agama yang jelas terkait penerimanya, sehingga pengelolaannya harus sesuai syariat dan benar-benar sampai kepada pihak yang berhak,” ujarnya.
Selain penguatan tata kelola zakat, Kemenag juga mendorong optimalisasi pengumpulan dana umat melalui instrumen wakaf dan sedekah agar manfaat sosialnya semakin luas dirasakan masyarakat, terutama dalam membantu kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu.
Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah langkah teknis pelaksanaan program Joyfull Ramadhan di tingkat daerah. Beberapa di antaranya meliputi pendataan mustahik berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), integrasi data dengan sistem nasional, peningkatan literasi zakat kepada masyarakat, serta penyaluran bantuan sosial keagamaan secara tepat sasaran.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan berbagai lembaga amil zakat, Kanwil Kemenag Riau berharap program nasional ini dapat berjalan optimal di Provinsi Riau.
Selain membantu percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat kepedulian sosial selama bulan Ramadhan serta mendukung terwujudnya masyarakat yang rukun, sejahtera, dan berdaya. (*)

