Dishub Riau Siapkan 28 Ribu Armada Transportasi Sambut Arus Mudik Lebaran 2026

Dishub Riau Siapkan 28 Ribu Armada Transportasi Sambut Arus Mudik Lebaran 2026

Beritariau.com, Pekanbaru – Dinas Perhubungan Provinsi Riau terus mematangkan berbagai persiapan transportasi guna menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama libur panjang Lebaran berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Riau, Onki Hertawan, mengatakan arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada 13 hingga 20 Maret 2026. Puncak pergerakan masyarakat diprediksi berlangsung pada Selasa malam, 17 Maret hingga Rabu pagi, 18 Maret 2026, seiring dimulainya rangkaian libur panjang yang juga bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

“Arus mudik diperkirakan berlangsung mulai 13 sampai 20 Maret. Puncaknya kemungkinan Selasa malam 17 Maret atau Rabu pagi, karena libur panjang sudah dimulai sejak libur Nyepi,” ujarnya saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning di Mapolda Riau, Senin (9/3/2026).

Sementara itu, arus balik diperkirakan terjadi pada 23 hingga 29 Maret 2026, dengan potensi puncak kepadatan kendaraan pada 23–24 Maret 2026, saat masyarakat mulai kembali ke daerah tempat bekerja maupun beraktivitas.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, Dishub Riau menyiapkan 28.380 armada transportasi darat. Selain itu juga tersedia 5 kapal penyeberangan jenis Ro-Ro, 10 kapal laut, serta 12 maskapai penerbangan yang siap melayani penumpang selama periode mudik Lebaran.

Dishub juga memastikan seluruh kendaraan angkutan umum yang beroperasi telah melalui pemeriksaan kelayakan guna menjamin keamanan dan keselamatan penumpang. Peningkatan pelayanan turut dilakukan di berbagai fasilitas transportasi seperti terminal, pelabuhan, dan bandara, termasuk penyediaan ruang tunggu yang nyaman serta fasilitas ibadah yang memadai.

Di sisi lain, pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih, termasuk kereta tempel dan gandengan, pada periode tertentu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik.

Onki mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.

“Pengendara juga diingatkan untuk tidak membawa muatan berlebihan dan segera beristirahat apabila merasa lelah demi keselamatan bersama,” tutupnya. (*)