Kemenag, Mosaic, dan Al Azhar Luncurkan Program Sedekah dan Wakaf Energi

Kemenag, Mosaic, dan Al Azhar Luncurkan Program Sedekah dan Wakaf Energi

Beritariau.com, Cikarang – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf meluncurkan integrasi program “Sedekah Energi” dan “Wakaf Energi” bersama Yayasan Pesantren Islam Al Azhar dan Mosaic. Peluncuran tersebut digelar dalam acara Gala Iftar Nyala Ramadan di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Rabu (4/3/2026).

Program ini menjadi langkah kolaboratif untuk menggalang partisipasi umat dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus merespons tantangan perubahan iklim.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menjelaskan bahwa gerakan tersebut memiliki landasan teologis yang kuat dalam ajaran Islam.

Menurutnya, konsep bahwa “seluruh bumi adalah masjid” mengandung makna bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari menjaga kesucian tempat ibadah.

“Ibadah ritual seperti salat membutuhkan air yang suci. Jika lingkungan rusak, ketersediaan air bersih juga terancam. Karena itu kesadaran ekologis harus menjadi bagian dari praktik keagamaan,” ujarnya.

Melalui program ini, dana yang dihimpun dari sedekah dan wakaf masyarakat akan dimanfaatkan untuk memasang panel surya di masjid dan lembaga pendidikan. Energi yang dihasilkan dapat menekan biaya listrik sehingga dana operasional dapat dialihkan untuk kegiatan pendidikan, dakwah, serta layanan sosial.

Kemenag juga mengajak berbagai pihak, mulai dari perbankan syariah, sektor swasta hingga masyarakat sipil, untuk berkolaborasi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui gerakan yang disebut sebagai “jihad lingkungan”.

Sementara itu, Direktur Wakaf Al Azhar Rayan Asa Luminaries mengatakan kolaborasi ini menunjukkan bahwa wakaf dapat menjadi instrumen modern yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Selain pengembangan energi surya, program ini juga mencakup pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy, sebagai upaya menjawab tantangan krisis energi sekaligus permasalahan sampah di wilayah perkotaan.

Melalui gerakan ini, para inisiator berharap model sedekah dan wakaf energi dapat direplikasi oleh ribuan masjid serta lembaga pendidikan Islam di seluruh Indonesia sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan energi terbarukan nasional.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Amil Zakat Nasional, dan Badan Wakaf Indonesia, serta berbagai tokoh masyarakat yang menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat kesadaran ekologis umat melalui momentum Ramadan. (*)