Rektor UIN Suska Riau Kecam Pembacokan Mahasiswi, Korban Dapat Pendampingan Penuh Kampus

Rektor UIN Suska Riau Kecam Pembacokan Mahasiswi, Korban Dapat Pendampingan Penuh Kampus

Tangkapan layar dari video yang beredar di WhatsApp

Beritariau.com, Pekanbaru – Rektor UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menanggapi insiden pembacokan yang menimpa seorang mahasiswi bernama Farrah di kampus, Kamis pagi, 26 Februari 2026. Kejadian itu terjadi saat aktivitas akademik berlangsung di Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, dan menghebohkan civitas akademika.

Melalui juru bicara universitas, Rhonny Riansyah, Rektor menegaskan bahwa pihak kampus mengutuk keras tindakan pelaku dan menyerahkan seluruh proses hukum sepenuhnya kepada aparat kepolisian. 

“Seluruh proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Rhonny, dikutip dari Bertuah.com.

Baca: Wujud Kepedulian, Rektor UIN Suska Riau Besuk Farradila Ayu Pramesti di RSUD Arifin Achmad

Kampus memastikan korban mendapat pendampingan penuh, termasuk pemulihan fisik dan psikologis. “Pihak kampus pasti akan bertanggung jawab terhadap pemulihan korban,” tambahnya. 

Rhonny menekankan, UIN Suska Riau tidak mentolerir kekerasan atau tindakan kriminal dalam bentuk apapun, terutama yang membahayakan nyawa orang lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diketahui bernama Raihan Muzaffar, mahasiswa asal Muara Uwai, Bangkinang, yang disebut satu angkatan dengan korban di jurusan Ilmu Hukum tahun 2022. Namun, pihak kampus masih menunggu konfirmasi resmi terkait identitas pelaku dan hubungannya dengan korban. Dugaan awal, pelaku dan korban saling mengenal, dan insiden ini kemungkinan dipicu masalah pribadi.

Baca: Rektor Kecam Keras Tindakan Kriminal di Kampus UIN Suska Riau

Kejadian berlangsung saat korban bersiap mengikuti seminar proposal di ruang sidang Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Saksi mata menjelaskan korban sempat meminta tolong dari dalam kelas sebelum keluar ke koridor, namun pelaku mengejar dan kembali melukai korban hingga terduduk bersimbah darah. Luka yang diderita korban berada di tangan dan kening, sementara mahasiswa dan dosen yang berada di sekitar lokasi menyaksikan insiden yang menimbulkan kepanikan tersebut.

Pihak kampus juga menegaskan bahwa kabar korban meninggal dunia tidak benar. Korban saat ini sadar, dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, dan didampingi Wakil Rektor III serta dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Keluarga korban juga sudah berada di rumah sakit.

Baca: Sadis! Mahasiswi Dibacok Pakai Kapak di Kampus UIN Suska Riau

Menanggapi beredarnya video dan foto kejadian, pihak kampus berencana mengevaluasi sistem keamanan dan SOP penanganan insiden untuk mencegah hal serupa. Rhonny menyebut bahwa petugas keamanan sudah bertindak cepat meski insiden terjadi sangat mendadak.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan diserahkan ke kepolisian. Universitas memastikan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya peningkatan sistem keamanan demi keselamatan civitas akademika. (*)