UIN Suska Riau Perkuat Kolaborasi Global, Gelar Webinar Pendidikan Bersama KBRI Astana
Beritariau.com, Pekanbaru - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Webinar Pendidikan dan Buka Puasa Bersama yang digelar di Wisma Duta Kedutaan Besar Republik Indonesia Astana, Sabtu (21/02/2026).
Kegiatan ini terhubung secara daring dengan Indonesia dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Kazakhstan.
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menyampaikan bahwa internasionalisasi kampus merupakan bagian penting dari transformasi kelembagaan menuju reputasi global. Dengan raihan Akreditasi Unggul BAN-PT tahun 2024, kampus ini terus mendorong kerja sama berbasis riset, inovasi, serta penguatan tata kelola akademik.
Dalam paparannya, ia menegaskan fokus kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Kazakhstan mencakup program visiting lecturer dan visiting professor, penelitian kolaboratif lintas negara, publikasi ilmiah bersama di jurnal bereputasi terindeks Scopus, pertukaran akademik dan budaya, serta pengembangan kurikulum berstandar internasional.
Sejumlah kampus ternama di Kazakhstan telah menjadi mitra strategis, di antaranya Nazarbayev University, Al-Farabi Kazakh National University, Khoja Akhmet Yassawi International Kazakh-Turkish University, Suleyman Demirel University, serta Egyptian University of Islamic Culture Nur-Mubarak. Kerja sama ini difasilitasi aktif oleh KBRI Astana sebagai bagian dari diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Asia Tengah.
Beberapa program kolaborasi bahkan telah diimplementasikan. Sejumlah guru besar dan dosen UIN Suska Riau telah menjalankan program visiting professor dan visiting lecturer di berbagai kampus Kazakhstan, mencakup bidang agroteknologi, teknik elektro, informatika, sistem informasi, pendidikan bahasa, hingga studi pendidikan Islam.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang riset bersama dalam isu-isu global seperti digitalisasi pendidikan, teknologi berkelanjutan, dan pengembangan ekoteologi sebagai paradigma integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. Fajroul Rachman, menyampaikan bahwa kerja sama akademik ini berdampak signifikan terhadap penguatan hubungan bilateral kedua negara. Pemerintah Kazakhstan juga menyediakan berbagai beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di sejumlah kota seperti Astana dan Almaty.
Dalam Rencana Strategis 2025–2029, UIN Suska Riau menempatkan internasionalisasi sebagai pilar utama, termasuk penguatan tata kelola berbasis digital, peningkatan kinerja dosen, serta pengusulan ke pemeringkatan universitas dunia. Dukungan KBRI Astana diharapkan semakin memperluas akses akademisi UIN Suska Riau ke kampus-kampus unggulan Kazakhstan sekaligus meningkatkan visibilitas pendidikan tinggi Islam Indonesia di kancah global.
Webinar ditutup dengan tausiah Ramadan yang disampaikan Prof. H. Raihani, M.Ed., Ph.D., yang mengingatkan pentingnya mengamalkan ajaran Islam yang damai dan rahmatan lil ‘alamin, serta menumbuhkan sikap sabar dalam menjalani ibadah Ramadan.
Melalui kolaborasi ini, UIN Suska Riau dan para mitra di Kazakhstan berkomitmen membangun kerja sama berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat internasional. (*)

