TP PKK Taja Pesantren Kilat, Warga Diajak Maksimalkan Ibadah Ramadan di Tembilahan

Beritariau.com, Inhil - Meraih keberkahan Bulan Suci Ramadan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kegiatan Pesantren Kilat yang diawali di Masjid Agung Al-Huda, Sabtu (21/2), bertepatan dengan 3 Ramadan 1447 H.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Inhil, Herman, yang diawali dengan Salat Dhuha dan Salat Tasbih berjemaah. Momentum tersebut juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim/piatu, lansia, dan kaum dhuafa.
Dalam sambutannya, Bupati Herman mengapresiasi inisiatif TP PKK Inhil yang dinilai mampu mendorong masyarakat memaksimalkan amalan di bulan penuh berkah.
“Salat Dhuha bukan hanya membuka pintu rezeki, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan dan kebugaran. Begitu pula Salat Tasbih, yang minimal sekali seumur hidup sebaiknya ditunaikan karena keutamaannya sebagai penggugur dosa,” ujarnya.
Ketua TP PKK Inhil menjelaskan, Pesantren Kilat menjadi agenda rutin selama Ramadan dan dilaksanakan secara bergilir di sejumlah masjid. Setelah di Al-Huda, kegiatan akan berlanjut ke Masjid Darul Hikmah Batang Tuaka dan Masjid Jalan Trimas.
Konsep berpindah lokasi ini bertujuan menjangkau lebih banyak masyarakat agar dapat memanfaatkan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah dan perbaikan diri, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama TP PKK Inhil dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta difasilitasi Pemerintah Kabupaten Inhil.
Selain Pesantren Kilat, TP PKK Inhil juga mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya:
- Berbagi takjil setiap Jumat petang bersama organisasi wanita di Inhil
- Santunan bagi yatim/piatu, lansia, dan dhuafa yang bersinergi dengan Baznas
- Khataman Alquran
Ketua TP PKK Inhil, Katerina Susanti Herman, menyebutkan rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan tausiah oleh Ustadz Effendi LC yang menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjadi sarana mengendalikan kemaksiatan serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. (*)

