Saat Dirawat di RSUD

Petugas lalai, Narapidana kasus Narkoba kabur dari Lapas Pekanbaru

Petugas lalai, Narapidana kasus Narkoba kabur dari Lapas Pekanbaru

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Buskarnain (40), seorang tahanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekanbaru terpidana kasus narkoba, sukses melarikan diri saat menjalani perawatan atas penyakit kelenjar bening yang ia derita di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad di jalan Hang Tuah, kota Pekanbaru.

Kepala Lapas Klas IIA Pekanbaru, Frans Elias Nico saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut Frans, kaburnya ‎tahanan ini akibat kelalaian petugas lapas.

"Saat ini upaya yang kita lakukan, sedang mengejar tahanan yang kabur ini," ujarnya, Rabu (08/06/16).

Frans menjelaskan, Buskarnain kabur pada Senin lalu (06/06/16) saat dia menjalani proses perawatan di rumah sakit milik pelat merah tersebut.

"Saat itu, Buskarnain sedang dirawat ditemani istri dan anaknya‎," kata dia.

Menurut Frans, karena penyakit yang dideritanya ini, Buskarnain sebelumnya juga pernah menjalani perawatan dan tanpa adanya usaha melarikan diri.

"Perawatan yang dijalani Buskarnain ini merupakan yang kedua kali. Sebelum dirujuk ke RSUD, dia sempat dirawat di dalam Lapas," terang dia.

Nah, pada saat dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad tersebut, Buskarnain dikawal sejumlah petugas serta ditemani istri dan anaknya. Namun, diduga akibat kelengahan petugas, Buskarnain melarikan diri. Sedangkan istri dan anaknya ditinggal begitu saja di Rumah sakit.

"Istrinya sudah kita mintai keterangan. Kita juga akan berkoordinasi dengan kepolisian guna mengejar dan menangkap tahanan ini," kata Frans.

Frans menjelaskan, Buskarnain merupakan terpidana kasus narkoba yang divonis lima tahun penjara.

"Dia baru saja menjalani hukuman satu tahun, dan sisa hukumannya empat tahun penjara," ucap Frans.

Buskarnain merupakan tahanan yang sebelumnya pernah mencoba kabur saat masih menjadi tahanan polisi pada September 2015 lalu.

Saat itu, Buskarnain yang ditahan di Rutan Sialang Bungkuk mencoba kabur dengan cara memotong besi sel tahanan dengan gergaji.

Namun, aksi pelaku harus gagal karena dipergoki petugas yang saat itu sedang berjaga. Atas perbuatannya itu, dia akhirnya dipindah ke sel isolasi, sebelum kabur 2 hari lalu saat dirawat di rumah sakit. [red]‎