Unggul 27 Suara, HR Mambang Mit Terpilih sebagai Ketua Umum FKPM Riau

Unggul 27 Suara, HR Mambang Mit Terpilih sebagai Ketua Umum FKPM Riau

Beritariau.com, Pekanbaru – HR Mambang Mit terpilih sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) setelah meraih 27 suara dalam Musyawarah Khusus FKPMR yang digelar di Gedung Dang Merdu, Pekanbaru, Senin (12/1/2026).

Musyawarah tersebut diikuti oleh para pemuka masyarakat Melayu Riau sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. 

Pada awal musyawarah, terdapat lima kandidat calon Ketua Umum, yakni HR Mambang Mit, Brigjen Purn. Edi Natar Nasution, Syamsurizal, Prof. Tengku Dahril, dan Hj. Azlaini Agus.

Seluruh calon terlebih dahulu menyampaikan pandangan dan visi mengenai peran FKPMR sebagai wadah pemersatu serta penjaga marwah adat dan budaya Melayu di Provinsi Riau. Namun, di tengah proses musyawarah, Prof. Tengku Dahril menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan, sehingga jumlah calon berkurang menjadi empat orang.

Forum kemudian sepakat menyerahkan proses pemilihan kepada Majelis Kehormatan FKPMR sebagai lembaga penimbang adat dan kebijakan organisasi. Sidang pemilihan dipimpin oleh Brigjen Purn. Saleh Djasit, didampingi Wan Thamrin Hasyim dan Hj. Azlaini Agus, dan berlangsung secara tertib serta menjunjung tinggi nilai adat dan etika organisasi.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, HR Mambang Mit memperoleh 27 suara, diikuti Hj. Azlaini Agus dengan 15 suara, Brigjen Purn. Edi Natar Nasution 14 suara, dan Syamsurizal 4 suara.

Terpilihnya HR Mambang Mit mencerminkan kepercayaan para pemuka masyarakat Riau terhadap sosok yang dinilai mampu menjadi pemersatu serta pengayom di tengah keberagaman pandangan. Amanah tersebut diharapkan dapat dijalankan dengan adil dan bijaksana sesuai nilai-nilai adat Melayu.

Musyawarah Khusus FKPMR ini juga menegaskan komitmen organisasi untuk tetap menjunjung tinggi prinsip musyawarah, mufakat, dan adat istiadat, sekaligus memperkuat peran FKPMR sebagai penjaga marwah Melayu di Negeri Lancang Kuning. (*)