Penembakan satpam, Danlanud Pekanbaru benarkan anggotanya ditangkap Polisi

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Riau, Senin (23/05/16) sekitar pukul 20.00 wib, menangkap 3 orang pelaku penembakan yang menewaskan Lamhot Julianto, satpam alat berat di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Seorang pelaku diantaranya anggota TNI AU Pekanbaru inisial W (46) bersama warga sipil BS (40) dan S (43).
Komandan Pangkalan Udara (Dnalanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama Henry Alfiandi membenarkan adanya informasi anggota militernya ditangkap polisi.
Namun Henry belum mengetahui apa penyebab kejadian tersebut. "Saya juga mendapat informasi demikian. Namun masih saya dalami, bagaimana ini bisa terjadi," ujar Marsma Henry, Selasa (24/05/16).
Henry juga belum mengetahui secara pasti apa penyebab kejadian tersebut. Sebab, Henry masih akan berkoordinasi dengan Polda Riau yang menangkap anggotanya itu.
"Saya dapat informasi, anggota kita itu bersama anggota Perbakin. Tapi masih kita dalami dulu, apa sebenarnya yang terjadi. Kok bisa begini, saya belum tahu pasti," kata Henry.
Ia menegaskan, jika benar anggotanya terlibat kejahatan apalagi menyebabkan warga sipil tewas, pihaknya akan menindak tegas.
"Tentunya akan kita tindak tegas ya. Tidak ada toleransi, tidak ada yang ditutup-tutupi," tegas Henry.
Ketiga pelaku penembakan tersebut yakni BS warga kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru perannya selaku supir saat peristiwa tersebut. S alias Tekno , warga Payung Sekaki, Pekanbaru.
Berperan sebagai tukang senter. Dan terakhir yaitu diduga anggota TNI AU inisial W (45), sebagai eksekutor atau yang melakukan penembakan.
"Petugas juga menyita barang bukti berupa sepucuk senjata api laras panjang yang sudah dimodifikasi, tas serta selongsong peluru kaliber 5,5," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik.
Para pelaku ini melakukan penembakan terhadap eorang sekuriti alat berat bernama Lamhot Julianto hingga tewas, di areal HPHTI PT Arara Abadi di Koto Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kamis (19/05/16) saat menjaga alat berat.
Naas, tembakan yang diduga dilakukan anggota TNI AU itu mengenai bagian perut Lamhot hingga tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit. [red]

