BPJS Ketenagakerjaan Duri Serahkan Santunan Jaminan Kematian Rp42 Juta di Desa Sungai Meranti

Beritariau.com, Duri - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta almarhum Suyatno dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis.
Penyerahan dilakukan secara simbolis sebagai bentuk hadirnya negara melalui program perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.
Selain penyerahan santunan, BPJS Ketenagakerjaan juga menggelar sosialisasi Program Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) kepada masyarakat setempat.
Program ini menyasar pekerja informal seperti petani, pedagang, nelayan, sopir, hingga pekerja lepas agar terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri, Alwani Fitra Jaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta menegaskan pentingnya kepesertaan bagi seluruh pekerja, terutama di sektor informal.

“Kami turut berduka atas meninggalnya almarhum Suyatno. Santunan ini adalah hak peserta yang kami serahkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Inilah bentuk nyata manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang harus dirasakan seluruh pekerja, termasuk pekerja informal,” ujar Alwani, Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan, pekerja informal sering kali tidak memiliki perlindungan apa pun ketika terjadi risiko dalam bekerja, sehingga keikutsertaan pada program BPU menjadi sangat penting.
“Pekerja informal adalah tulang punggung ekonomi desa. Mereka bekerja tanpa batas waktu dan sering menghadapi risiko tinggi. Melalui program BPU, dengan iuran yang sangat terjangkau mulai dari Rp16.800 per bulan, mereka sudah mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kami ingin memastikan masyarakat di Desa Sungai Meranti memahami dan memanfaatkannya,” jelasnya.
Alwani juga menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas jangkauan perlindungan hingga seluruh desa di Kabupaten Bengkalis. Ia mengajak seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta komunitas pekerja untuk aktif mendorong warganya mendaftar sebagai peserta.
“Kami berharap setelah sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat Sungai Meranti, Pinggir yang mendaftar. Perlindungan jaminan sosial adalah kebutuhan dasar, bukan pilihan,” tutupnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme masyarakat yang hadir dan menjadi momentum penting peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di tingkat desa. (*)

