LSM Benang Merah: Terapkan Pasal Perintangan!

Mewah! Crazy Rich Petani Sawit di TNTN Pamer Rubicon saat Demo

Mewah! Crazy Rich Petani Sawit di TNTN Pamer Rubicon saat Demo

INSET : Tangkapan Layar Akun Instagram @btn_tessonilo, Sabtu 28 Juni 2025 | Beritariau.com 2025

Pekanbaru - Pemandangan mewah dan tak biasa terlihat saat ratusan warga yang berdomisili di Bukit Kesuma yang berada di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan aksi demo.

Diantara aksi demo tuntutan kelompok yang menginginkan kejelasan terkait status kelangsungan hidup mereka yang berada di kawasan hutan konservasi, muncul mobil putih Jeep Wrangler Rubicon, diantara kerumunan demo.

Mobil seharga kurang lebih sekitar Rp 2,389 Miliar itu, muncul ditengah kerumunan pendemo yang di posting di akun resmi instagram @btn_tessonilo, Selasa (24/06/25) kemarin.

Dalam unggahan yang terdiri dari 4 slide itu, akun @btn_tessonilo dituliskan narasi judul 'Rubicon diantara pendemo TNTN di Bukit Kesuma'.

"Rubicon itu bukan sekadar mobil di tengah kerumuman pendemo TNTN. Ia menjadi simbol dari tarik-menarik kepentingan yang jauh lebih besar. Menurut jaksa Agung, permasalahan Taman Nasional Tesso Nilo adalah persoalan yang sangat kompleks; ada kepentingan para pemodal besar yang bermain di balik layar. Namun satu hal yang pasti, TNTN tak boleh musnah hanya karena ambisi segelintir orang yang datang dengan roda besar dan agenda tersembunyi," begitu narasi yang dituliskan di akun tersebut.

Postingan di akun ini mendapat respon positif dari netizen. 384 kali dibagikan dan 12.700 netizen menyukai serta 984 netizen memberikan komentar terkait postingan rubicon itu.

"Rubycon minta keadilan, sementara pak mahout (Pawang Gajah, red) dan petugas hidup sederhana," tulis akun @anputridak**

"Jangan diblur nopol nya Min.. pak @ditlantas_poldariau tolong dilacak itu mobil setannya," tulis akun @lala.26**

"Pernah kenal sama salah satu org di bukit kesuma. Dia cerita sekalipun rumah mereka kayu, mobilnya ya mewah pajero, fortuner termasuk yg rubicon itu. Rumah2 disitu ada yg sudah beton dan sebagian ada yg kayu. Tp percayalah kayu bukan berarti tak punya. Kuharap seluruh area bukit kesuma juga kembali menjadi kawasan PKH. Termasuk tempat publik yg ada di dalamnya relokasi ke tempat yg masih tersedia untuk menampung mereka, seperti sekolah, tempat ibadah, puskesmas dll. Mungkin ke kerinci atau balik kampung ke sumut," tulis akun @gracialr*.

LSM Benang Merah Minta Terapkan Pasal Perintangan Penyidikan

Direkur LSM Benang Merah Keadilan, Idris, mengatakan momen yang tertangkap oleh tim media Balai Tesso Nilo ini sebagai salah satu bukti bahwa para Cukong dan Pemodal berlindung di balik petani kecil.

"Rubicon mobil mewah. Sudah jelas-jelas itu Crazy Rich, istilahnya, yang berlindung di balik petani kecil. Satgas PKH harus segera melakukan profiling dan monitoring. Kami memprediksi, eskalasi dan tensi akan meningkat seiring Count Down menjelang Hari Terakhir Pemanenan bulan Agustus. Akan ada upaya-upaya baik Ligitasi, Non Ligitasi bahkan kampanye negatif dari pihak-pihak yang tidak setuju terhadap Relokasi dan Reforestasy Tesso Nilo," kata Idris, Sabtu (28/06/25) sore.

Menurutnya, Satgas PKH terutama yang membidangi hukum, baik Polri dan Kejaksaan, segera menyiapkan skema penyidikan untuk pihak-pihak yang menyebarkan konten negatif terkait upaya pelaksanaan Perpres 5 Tahun 2025 terkait pemulihan kawasan hutan di Riau.

"Tidak hanya untuk Tesso Nilo, tapi untuk seluruh objek. Kami memantau, narasi sengaja digiring mempertanyakan status hutan dan lainnya. Upaya mendegradasi dan mendeligitimasi langkah Satgas PKH," tegas Idris.

Ia meminta Satgas PKH jangan ragu dan terpengaruh.

"Jangan-jangan, memang ada upaya sengaja dalam bentuk urunan uang dari perambah atau mitra perambah membiayai kampanye negatif, baik melalui Demonstrasi atau Kampanye Media. Oleh sebab itu, kami minta Satgas PKH jangan ragu menerapkan Pasal Perintangan Penyidikan terhadap oknum-oknum tersebut dari berbagai profesi," sambungnya. (*)