Air Sungai Nilo Pelalawan meluap, akses jalan putus, puluhan rumah terendam air

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pelalawan - Intensitas curah hujan yang meninggi mengguyur sejumlah wilayah di kabupaten Pelalawan sejak Rabu (18/11/15) sore lalu hingga kini, menyebabkan meluapnya debit air di Sungai Nilo khususnya di Desa Lubuk kembang Bunga kecamatan Ukui.
Akibatnya, dampak meluapnya air sungai tersebut dengan ketinggian debit air 1 meter, telah membuat ruas badan jalan digenangi air. Akses transportasi darat di desa itu pun terputus. Bahkan, luapan air sungai tersebut juga telah merendam halaman puluhan rumah warga yang mayoritas adalah rumah panggung.
"Ya, curah hujan yang telah terjadi sejak Rabu (18/11) sore lalu hingga Kamis (19/11) dini hari kemarin, telah menyebabkan ruas jalan di Desa Lubuk Kembang Bunga tidak bisa dilalui (terputus,red), selain menggunakan transportasi air (sampan,red). Sedangkan saat ini, debit air yang telah merendam badan jalan diperkirakan sekitar 1 meter," ujar Camat Ukui Basyaruddin SSOs, Kamis (19/11/16).
Ia menyebutkan musibah bencana banjir merupakan musibah rutinitas tahunan yang dialami warga di Desa Lubuk Kembang Bunga. Diungkapkan Basyaruddin, bahwa meski saat ini air sudah merendam dan menggenangi ruas badan jalan, namun kondisi banjir tidak sampai merendam rumah warga.
Pasalnya, warga yang telah terbiasa mengalami bencana tahunan ini, telah terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan membuat rumah panggung dengan ketinggian 3 hingga 5 meter dari ketinggian air sungai nilo. Ditambahkannya, sejauh ini belum ada warga yang mengungsi.
"Sejauh ini, saya belum ada mendapat laporan adanya rumah warga yang telah direndam banjir, karena warga telah mengantisipasi terlebih dahulu dengan membuat rumah panggung. Tapi, kalau air menggenangi halaman rumah warga, memang sudah banyak. Ya, setidaknya sudah ada puluhan kepala keluarga (KK) yang halaman rumahnya digenangi air," sebutnya. [red

