LLMB Galang Donasi Dukung Perjuangan Masyarakat Pulau Rempang Tolak PSN Rempang Eco City

Dok. LLMB
Beritariau.com, Pekanbaru - Tak hanya menggelar aksi damai menolak penggusuran masyarakat yang ada di Pulau Rempang, Kepulauan Riau, terkait rencana pembangunan Rempang Eco City, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau, Kepri dan Sumut juga menggalang donasi untuk membantu masyarakat di pulau tersebut karena kabarnya mulai kesulitan makanan karena terhambatnya jalur transportasi.
Panglima Pucuk LLMB, Dt. Ismail Amir, S.H., M.H, menjelaskan kalau hal ini dilakukan oleh DPP LLMB untuk membantu perjuangan dan juga membantu saudara-saudara seperjuangan yang kini mulai kesulitan.
"Kita di DPP LLMB dan juga saya mengimbau pengerus di DPD juga melakukan hal yang sama, menggalang donasi untuk membantu saudara-saudara kita di Pulau Rempang, nantinya donasi yang terkumpul akan kita kirimkan," ujarnya, Sabtu (9/9/2023) di Pekanbaru.
Ditambahkannya kalau saat ini masyarakat di Pulau Rempang tengah mendapatkan musibah, di mana mereka tengah menghadapi kezaliman yang tengah berkuasa.
"Tapi yakinlah Allah tidak tidur, dan kita akan terus sama-sama berjuang dan kita berharap bantuan yang kita berikan akan bisa membantu perjuangan mereka untuk mempertahankan hak-hak mereka," ujarnya lagi.
Ditegaskannya lagi, LLMB dan masyarakat melayu menurutnya tidak pernah menolak yang namanya pembangunan, tapi jangan sampai merusak tatanan yang ada apalagi sampai mengakibatkan sejarah sampai hilang. Bahkan kabarnya ganti ruginya juga tidak memadai.
"Kita ikut merasakan apa yang dirasakan saudara kita di sana. Tanpa disebut suku yang mana, namun kita ini Bangsa Melayu, ketika dicubit satu sakit semua, tergores satu luka semua,” tambahnya.
Seperti diketahui, beberapa hari lalu terjadi bentrokan antara masyarakat dengan aparat keamanan terkait dengan rencana pembangunan Rempang Eco City yang masuk dalam program strategis nasional, kabarnya proyek besar itu mengancam keberadaan 16 kampung adat di Rempang Galang, Kepulauan Riau. Sebagian masyarakat adat menolak direlokasi imbas proyek ini karena khawatir kehilangan ruang hidupnya.
Rempang Eco City adalah proyek yang akan menjadikan sepenuhnya Pulau Rempang dan sebagian Pulau Galang dan Subangmas sebagai kawasan industri, perdagangan dan wisata yang terintegrasi.
Akhir bulan lalu, Rempang Eco City baru saja ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN). Masyarakat adat yang terdampak proyek Rempang Eco City diperkirakan antara 7.000 - 10.000 jiwa.
Warga Rempang dan Galang terdiri dari Suku Melayu, Suku Orang Laut dan Suku Orang Darat, telah bermukim di pulau setidaknya lebih dari satu abad lalu atau diperkirakan sudah ada sejak tahun 1834 silam di bawah kerajaan Riau Lingga. (*)

