Kecewa dengan Pelayanan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Keluarga Pasien Mengamuk di Ruang UGD

Kecewa dengan Pelayanan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Keluarga Pasien Mengamuk di Ruang UGD

RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Keluarga pasien di Kota Pekanbaru merasa kecewa oleh pelayanan RSUD Arifin Achmad. Pasalnya pasien yang masih terbaring disuruh pulang padahal kondisinya masih terbaring lemas di tempat tidur.

Pasien tersebut bernama Bakhtiar (20) warga Air Hitam, Kec, Payung Sekaki. Ia dirawat di ruang UGD akibat lakalantas sejak Jumat, (02/07/2023) lalu hingga saat ini, Kamis (27/07/2023).

Kurang lebih hampir tiga minggu pasien dirawat dengan kondisi terbaring di tempat tidur hanya bermodalkan selang di hidung. Kondisi pasien saat ini masih terbaring lemas belum sadar sepenuhnya dan belum dapat bergerak akibat lakalantas dibagian kepala. Selanjutnya seorang perawat di UGD mempersilakan kepada keluarganya agar pasien disuruh pulang dengan alasan sudah sesuai anjuran Dokter.

Mendengar hal itu keluarga pasien sempat protes dan marah-marah di ruang UGD karena merasa tidak puas oleh pelayanan dari rumah sakit pemerintah itu. 

"Keluarga saya masih terbaring sekarat, belum bisa apa-apa sama sekali, belum bisa bergerak, selang yang terpasang di hidungnya dicabut dan disuruh pulang," kata keluarga Pasien, Kamis (27/07/2023).

Sempat terjadi perdebatan, hingga akhirnya pasien tidak mendapat perawatan lagi dengan kondisi tidak berdaya dan dipindahkan ke ruangan singgah sementara untuk mendapat informasi lebih lanjut dari pihak Rumah Sakit.

Keluarga pasien mengaku, tidak mengetahui secara jelas apa alasan pihak rumah sakit hingga pasien disuruh pulang. Saat disinggung biaya perobatan, keluarga pasien mengaku pihaknya menggunakan BPJS kelas III.

"Kami merasa kecewa. Pelayanan rumah sakit milik pemerintah kok begini. Rumah sakit milik Negara kalah dengan rumah sakit swasta," pungkasnya.

Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Wan Fajriatul, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsaapnya di 08136564**** pelayanan di RS tersebut belum memberikan balasan. (*)