Curhatan Heldy Susanti: Inti dari Semua Ini, Chandra Tidak Rela Atas Pembagian Harta Gono Gini

Heldy Susanti
Beritariau.com, Pekanbaru - Heldy Susanti menyatakan kriminalisasi yang dilakukan mantan suaminya kepada dirinya hanyalah upaya pembenaran dan akal-akalan Chandra untuk mendapat udara segar.
Chandra, mantan suami Heldy Susanti melapor ke polisi usai peristiwa tabrak pagar di rumahnya de Casablanca di Jl, Srikandi, Kec, Tampan, Kota Pekanbaru, karena hak asuh anak.
"Inti dari semua ini, Chandra tidak rela atas pembagian harta gono gini, dia maunya saya tidak dapat apa-apa," kata Santi saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/6/2023).
Shanty menceritakan, bahwa sebenarnya ihwal problem mereka telah berjalan lama sejak tahun 2009 hingga dikaruniai tiga anak. Dalam curhatan Shanti, Chandra memang kerap melakukan kekerasan fisik hingga penganiayaan.
"Kekerasan yang dia lakukan selama ini selalu kutahan, sampai suatu ketika saya dipukul hingga hidung saya pernah patah, tapi demi anak-anak dan menjaga nama baik beliau, saya tahan itu semua," ujar Santi.
Saat keduanya masih bersama, Santi membeberkan, ia kerap kali ia menemukan kondom dari saku celana mantan suaminya itu didalam mesin cuci, selanjutnya hingga penularan penyakit IMS (Infeksi menular seksual) dari suaminya Chandra pada bulan 06 tahun 2014 lalu.
Berlanjut hal itu hingga mereka memutuskan sepakat bercerai pada tahun 2022. Santy mengaku terkejut, ternyata Chandra telah mengajukan surat perceraian ditahun 2019 diam-diam, hingga putusan hakim menetapkan hak asuh anak jatuh kepada Chandra. Hal itu diketahuinya saat hendak memasukkan gugatan perceraian ke pengadilan pada tahun lalu.
"Saya tidak tau sama sekali, dan saya tidak pernah dikasih tau, apa lagi disuruh hadir. Dan lagi, kalo benar Chandra mau anak, keputusan sudah keluar 2020, harusnya ambil anak. Tapi kenapa dia tidak mengambil anak, setelah 15 maret 2023 dia baru datang ambil paksa anak-anak, itu kasus yang heboh tabrak pagar kemaren itu," katanya.
Pada pemberitaan diportal media online sebelumnya, Chandra menyebut dirinya mengalami luka hingga gumpalan darah dikepalanya akibat tertimpa pagar hingga dirawat dan diopname di RS Malaka pada 21 Maret 2023. Namun pernyataan Chandra dipatahkan, oleh Santi yang menganggap hal itu hanya asumsi dan akal-akalannya.
"Itu semua salah. Kalo benar-benar karena kena tabrak dia diopname, dia tidak akan tahan selama 14 hari di Malaka. Chandra mengaku diopname, dia itu jelas hanya Chek up doang disana. Saya ada saksi, gumpalan darah dikepalanya itu sudah terjadi lima tahun yang lalu. Di kepalanya sudah ada 3 cm gumpalan darah. Itu bukan karena akibat kena tabrak pagar, bukan karena itu," Jelas Shanti.
Selanjutnya, hingga saat ini ketiga anaknya mengaku lebih nyaman tinggal bersama ibunya dan memilih untuk tidak tinggal bersama ayahnya.
Disinggung keinginan Chandra melakukan hal itu, Shanty membeberkan, Chandra tidak rela atas pembagian harta gono gini. Padahal, lanjut dia lagi, rumah yang ditempati Shanti harus menjadikan miliknya sesuai perjanjian notaris, hal itu tidak menjadi permasalahan baginya jika akan dibuatkan atas nama ketiga anaknya.
"Cuma dia sempat menyampaikan bahwa hak asuh anak jatuh ke dia, rumah yang saya tinggali ini atas nama anak saya, jadi rumah ini adalah rumah dia, bukan rumah saya. Padahal diperjanjian ini akan diberikan pada saya," sambungnya.
Keduanya saling melapor terkait hak asuh anak hingga peristiwa penabrakan pintu pagar. Kesempatan itu digunakan Chandra sebagai senjata ampuh demi mencari udara segar atas konflik dalam perselisihan kedua mantan pasutri itu. (*)

