Kecelakaan Kerja PT PHR Kembali Terjadi, PKC PMII Riau Minta Jaffe A Suardin Mundur dari Dirut PHR
Ketua PKC PMII Riau Amri Taufiq Hasibuan, SH
Beritariau.com, Pekanbaru - PKC PMII Riau mengkritik dan mendesak Dirut PT. PHR, Jaffe A Suardin agar mundur dari jabatannya. Hal ini, buntut dari kecelakaan maut pekerja yang kembali terjadi pada Jumat (24/2/2023) kemarin.
"Kami mengutuk keras atas kelelaian dan ketidak profesionalan PT.PHR yang mengkibatkan hilang beberapa nyawa warga”, ungkap Ketua PKC PMII Riau Amri Taufiq Hasibuan, SH, Sabtu (25/2/2023) di Pekanbaru.
Amri Taufiq mengatakan, bahwa ini merupakan kesalahan fatal PT.PHR sepanjang sejarah beroperasi di Provinsi Riau. Peristiwa ini harus diingat, ini adalah tragedi kemanusiaan yang harus kita angkat menjadi isu nasional.
Menurutnya, PT.PHR harus bertanggung jawab penuh dan jangan ada kata saling tuding serta menyalahkan pihak lain. Karena ini Taufik menduga merupakan kelalaian PT.PHR yang harus diusut tuntas secara hukum.
Taufik menyesalkan, bahwa kejadi kecelakaan kerja inj sudah berulang kali terjadi, namun Ia belum melihat Upaya yang nyata dan serius untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Kami minta pemerintah dan penegak hukum mengambil tindakan tegas serta bergerak cepat untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Kami juga meminta, jangan ada pihak pihak yang mencoba menutupi apalagi membackup atas kesalahan PT.PHR yang dapat menimbulkan kemarahan masyarakat Riau," ujarnya.
Amri taufiq hasibuan juga menilai PT.PHR telah beberapa kali melakukan kelalaian yang menyebabkan korban jiwa dan harus ditindak lanjuti segera oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Ini adalah bukti amburadul dan semrawutnya Managemen PT.PHR dan merupakan sebuah praktek human eror.
Taufik menjelaskan, ketiga korban pada kejadian adalah pekerja dari perusahaan rekanan PT PHR, yakni PT PPLU di CMTF Balam Selatan. Ketiga korban jatuh ke dalam kontainer limbah PT PPLI di CMTF Balam Selatan.
"Dengan kejadian tersebut, kami menduga bahwa PHR sudah ceroboh dalam menentukan rekanan kerja, dengan demikian kami minta agar Kontrak dari PT PPLI agar segera diputus oleh PHR. Sehingga kita berharap tidak akan ada jatuh korban lagi, diwilayahnya PHR," ucapnya.
"PKC PMII Riau ikut bersedih dan turut berbela sungkawa atas wafatnya warga riau yang menjadi buruh di PT.PHR atas tragedi ini," ucapnya.
PMII meminta, kepada pemerintah terutama kepada presiden RI ,Gubernur Riau,DPR RI Kapolri dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau agar melihat persolan ini dengan jeli dan mengunakan hati nurani.
"Kami juga meminta Menteri BUMN, serta Dirut Pertamina untuk segera Mengevaluasi Management PHR serta mencopot Jaffe A Suardin dari Jabatan Dirut PHR," ucapnya.
"Ini persoalan nyawa manusia yang sangat fundamental, makanya jangan diabaikan. Kami akan segera melakukan konsolidasi Akbar, serta akan mengawal tuntutan ini sampai di indahkan oleh pihak-pihak yang berwenang. Bila perlu Kader dan anggota PKC PMII Riau melakukan aksi demontrasi didepan PHR sampai tuntutan ini benar-benar direalisasikan," tegasnya. (*)

