Kecelakaan Maut Pekerja PHR Kembali Terjadi, Masyarakat Minta Dirut Jeffe A Suardin Diganti

Beritariau.com, Pekanbaru - Kecelakaan maut pekerja migas kembali terjadi di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang berlokasi di RIG Sumur 5D-28 Minas Barat, Kabupaten Siak, Riau pada hari Rabu (18/1/2023).

Kecelakaan ini merupakan merupakan peristiwa fatal yang ketujuh kalinya di WK Rokan yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sejak 9 Agustus 2021.

Kecelakaan ini mendapat sorotan dari masyarakat Riau, salah satunya Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Provinsi Riau, Zulkardi  yang menilai sudah tidak ada lagi alasan bagi Pertamina untuk mempertahankan Jeff A Suardin sebagai direktur utama Pertamina Hulu Rokan (PHR).

"Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa pekerja Operasional RIG kontraktor PHR semalam dan kali ini sudah tidak ada alasan apapun lagi untuk tidak memecat Jeff A Suardin karena sudah terlalu banyak memakan korban pasca diri nya memimpin pengelolaan Blok Rokan ini," kata Zulkardi, Jumat (20/1/2023) di Pekanbaru. 

Ia menilai, perusahaan PHR telah gagal dalam menerapkan Standart Operating Procedur (SOP) keselamatan kerja dan semestinya dikenakan sanksi berupa pemberhentian kepada Petinggi PHR sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka dalam mengelola Blok Rokan. 

"Dalam waktu dekat Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Provinsi Riau akan kembali mengirim laporan terkait adanya penambahan jumlah korban tewas dilingkungan kerja PHR kepada Pertamina dan Juga Menteri BUMN," katanya. 

"PHR telah benar-benar gagal dalam mengelola minyak di blok rokan dan sebagai Sosial Control dalam waktu dekat tentu kami akan melaporkan kejadian ini ke Pak Menteri, kali ini kami akan menuntut Menteri BUMN untuk segera mengevaluasi Pimpinan PHR dan jika diperlukan AMPR akan melakukan aksi besar besaran ke Kantor Kementrian BUMN karena kalau sudah memakan banyak korban seharusnya sudah tidak bisa ditolerin lagi," ujar Zulkardi. 

Seperti diketahui, pekerja PT PHR kembali mengalami kecelakaan kerja. Dimana seorang Floorman dari PT. ACS harus meregang nyawa dikarenakan mengalami kecelakaan kerja akibat tertimpa FOVS.

Kejadian itu bermula, setelah selesai memasukkan pompa reda elektrik dan roda pengerek dalam posisi turun, kru memposisikan kait pengerek ke center well, pada saat melakukan proses ini, kru menggunakan FOSV sebagai pemberat. 

Ketika Driller  mengangkat pengerek, tersangkut pada meja RIG sehingga FOSV terlepas kemudian mengenai korban yg berada di area working platform. (*)