Bupati Pelalawan Enggan Berikan Jawaban Terkait Dugaan Ram Ilegal di Bukit Kesuma

Bupati Pelalawan Enggan Berikan Jawaban Terkait Dugaan Ram Ilegal di Bukit Kesuma

Ram Sahabat milik Nainggolan

Beritariau.com, Pekanbaru - Belasan Ram yang berada di Desa Bukit Kesuma, Kabupaten Pelalawan, marak dan diduga tidak memiliki izin.

Bupati Kabupaten Pelalawan, Zukri, enggan menjawab terkait usaha timbangan sawit atau Ram yang diduga tidak berizin di Kabupaten Pelelawan.

Ditanyakan mengenai Ram yang di duga tidak berizin tersebut, pihaknya menyebut akan melakukan pengecekan ke dinas perizinan.

"Nanti saya cek dulu, saya belum bisa mastikan, karna yang tau kan orang perizinan," katanya kepada Beritariau.com ketika dikonfirmasi belum lama ini.

"Bagus konfirmasi ke dinas perizinan," sambungnya lagi.

Diketahui sebelumnya, hasil penelusuran Tim media beberapa waktu lalu (9-11/12/2022), saat turun ke daerah tersebut, ditemukan ada belasan lokasi Ram sawit diduga liar maupun ilegal atau tanpa izin usaha dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan, yang tentunya bertentangan dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permantan) nomor 5 Tahun 2019.

Merujuk pada butir-tersebut terdapat peraturan pelaku usaha membutuhkan surat izin untuk menjalankan bisnisnya, tak terkecuali usaha Perkebunan Sawit. Artinya, Ram sawit yang ada di Bukit Kesuma, Kabupaten Pelalawan seharusnya mengantongi izin dalam mendirikan usahanya.

Berdasarkan beberapa keterangan narasumber yang tak mau namanya dipublikasikan, ketika ditemui, menyampaikan bahwa Ram sawit yang ada di Desa Bukit Kesuma berdiri hampir sekitar 2-3 tahun.

"Kalo ram di Desa Bukit Kesuma ini kebanyakan milik pribadi, bukan perusahaan. Biasanya pemilik ram menggunakan mobilnya menjemput buah dari petani untuk dibawa ke ram mereka. Petani hanya menunggu aja di kebun pemilik Ram yang jemput," katanya.

"Kalau perihal izin saya kurang tahu.  Soalnya, saya hanya sebagai petani disini dan menjual ke salah satu Ram yang ada di sini," singkatnya.

Tim mencoba menemui beberapa pemilik Ram sawit yang diduga liar dan tak berizin untuk melakukan konfirmasi. Pekerja yang dapat ditemui di lokasi mengatakan pemilik Ram tidak ada ditempat dan enggan memberikan jawaban.

Sementara itu, dari pantauan tim di sekitar lokasi terdapat Pos Polisi. Ketika tim melakukan konfirmasi perihal laporan masyarakat dan adanya Ram diduga liar tanpa izin tersebut petugas yang berjaga di sana hanya menjawab tidak tahu dan masih baru bertugas disana.

"Kami tidak tahu bang, kami baru tugas di sini, coba tanya sama komandan," singkat salah satu petugas disana.

Terpisah, berusaha mengkonfirmasi beberapa pemilik ram melalui nomor handphonenya, hingga saat ini belum memberikan jawaban. (*)