Potensi Besar Penyebab Kebakaran Hutan
Menhut Stop Izin Buka Lahan Baru Kebun Kelapa Sawit

Hutan Disulap Menjadi Kebun Kelapa Sawit Marak di Riau | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Setengah dari luas keseluruhan hutan di provinsi Riau, dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit, karenanya Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan larangan pemberian izin pembukaan lahan untuk perkebunan.
Dalam rapat briefing di Posko siaga darurat penanggulangan bencana asap di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Selasa (05/08/2014), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, yang memimpin rapat mengatakan dari 8 Juta hektare luas keseluruhan hutan di Riau, 4 Juta hektare lahan sudah dijadikan areal perkebunan kelapa sawit.
"Tidak mungkin diberi izin lagi untuk berkebun ataupun diperluas untuk kepentingan perkebunan, karena jika diperluas pasti akan memasuki lahan gambut dan akan berefek luar biasa terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Zulkifli kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat.
Peran pemerintah daerah, kata Zulkifli, dirasa begitu penting untuk memantau perihal ini. Selama hampir 5 tahun menjabat sebagai Menteri Kehutanan, Zulkifli mengaku hanya satu izin yang ia berikan terkait pembukaan lahan kepada perusahaan.
"Itupun menyangkut perkebunan sagu yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat yang dirasa sangat penting," terangnya.
Menurut Zulkifli, dari data yang dimilikinya, hampir 80 persen lahan terbakar di Riau terjadi di perkebunan sawit, yang didominasi di kawasan daerah Pesisir.
Data kementerian ternyata tak berbeda dengan data yang dimiliki pihak kepolisian, Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono mengatakan, kabupaten Rohil, kotamadya Dumai dan kabupaten Bengkalis adalah kawasan paling rawan terjadinya karhutla.
"Untuk kabupaten Rohil daerah rawan terjadinya karhutla antara lain kawasan Pasir Limo Kapas, daerah Kubu dan Bangko Pusako serta Tanah Putih, dengan luas sekitar 300 HA," ujar Condro.
Sedangkan di kotamadya Dumai ada sekitar 145 HA terbakar dan yang dipadamkan sudah 142 HA. Kawasan lain adalah Sei Sembilan dan Medan Kampai.
"Untuk kabupaten Bengkalis terdapat di Rupat sekitar 25 HA dan Bukit Batu 2 HA, semua sudah dipadamkan dan sekarang terus diawasi," pungkas Condro. [pan]
Dalam rapat briefing di Posko siaga darurat penanggulangan bencana asap di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Selasa (05/08/2014), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, yang memimpin rapat mengatakan dari 8 Juta hektare luas keseluruhan hutan di Riau, 4 Juta hektare lahan sudah dijadikan areal perkebunan kelapa sawit.
"Tidak mungkin diberi izin lagi untuk berkebun ataupun diperluas untuk kepentingan perkebunan, karena jika diperluas pasti akan memasuki lahan gambut dan akan berefek luar biasa terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Zulkifli kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat.
Peran pemerintah daerah, kata Zulkifli, dirasa begitu penting untuk memantau perihal ini. Selama hampir 5 tahun menjabat sebagai Menteri Kehutanan, Zulkifli mengaku hanya satu izin yang ia berikan terkait pembukaan lahan kepada perusahaan.
"Itupun menyangkut perkebunan sagu yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat yang dirasa sangat penting," terangnya.
Menurut Zulkifli, dari data yang dimilikinya, hampir 80 persen lahan terbakar di Riau terjadi di perkebunan sawit, yang didominasi di kawasan daerah Pesisir.
Data kementerian ternyata tak berbeda dengan data yang dimiliki pihak kepolisian, Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono mengatakan, kabupaten Rohil, kotamadya Dumai dan kabupaten Bengkalis adalah kawasan paling rawan terjadinya karhutla.
"Untuk kabupaten Rohil daerah rawan terjadinya karhutla antara lain kawasan Pasir Limo Kapas, daerah Kubu dan Bangko Pusako serta Tanah Putih, dengan luas sekitar 300 HA," ujar Condro.
Sedangkan di kotamadya Dumai ada sekitar 145 HA terbakar dan yang dipadamkan sudah 142 HA. Kawasan lain adalah Sei Sembilan dan Medan Kampai.
"Untuk kabupaten Bengkalis terdapat di Rupat sekitar 25 HA dan Bukit Batu 2 HA, semua sudah dipadamkan dan sekarang terus diawasi," pungkas Condro. [pan]

