Warga Keluhkan Operasi Gudang Stock Yard Milik Adhi Jaya Kontruksi di Jalan Sidorukun

Foto gudang tempat penyimpanan material proyek Ipal milik Adhi Jaya Kontruksi, dan kondisi jalan sidorukun, serta anak - anak sedang bermain di area di lokasi gudang
BeritaRiau.com, Pekanbaru - Warga di Jalan Sidorukun Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki mengeluhkan adanya kerusakan jalan di sekitar pemukiman warga.
Warga menduga kerusakan jalan tersebut disebabkan akibat besarnya mobil bertonase tinggi yang melintas di area jalan menuju gudang yang saat ini tengah beroperasi di Jalan Sidorukun.
Selain adanya kerusakan jalan, beberapa warga mengaku merasa terganggu akibat kebisingan aktivitas di gudang tersebut yang berlangsung hingga pagi hari.
"Beberapa bulan ini jalan di Sidorukun udah mulai turun akibat fuso bermuatan tinggi memasuki lokasi gudang disini. Gudang pun beraktifitas smpe pagi, kalo malam, kami pun terganggu karena suara keras dari gudang itu," kata warga yang tidak ingin dimuat namanya saat ditemui BeritaRiau.com, Sabtu (5/11/2022).
Berdasarkan pantauan awak media, gudang tersebut berada di wilayah RT 05. Tidak jarang mobil roda 8-10 bermuatan material besar melintasi jalan di pemukiman warga. Selain beberapa jalan yang ditemui terlihat rusak, sejumlah alat berat hingga kendaraan besar terlihat beraktifitas pada malam hari hingga pagi hari.
Selain itu, juga tidak terdapat safety berupa pagar pembatas di sekitar gudang tersebut, sehingga tidak jarang ditemui anak-anak di sekitar memasuki area gudang dan bermain di lokasi tersebut.
Diketahui, berdasarkan informasi RT setempat, dimulainya operasi gudang dilokasi sejak 22 April 2022 dengan kontrak 8 September 2020 lalu, oleh PT Adhi Jaya Kontruksi (Adhi Jakon) untuk penyimpanan bahan material sementara pekerjaan Pembangunan Perpipaan Air Limbah Zona Utara Pekanbaru (IPAL) yang saat ini tengah beroperasi di tengah Kota Pekanbaru.
Dihubungi Cipto, salah satu pengelola gudang milik PT Adhi Jaya Kontruksi tersebut, terkait keluhan masyarakat hingga saat ini pihaknya belum memberikan keterangan. (*)

