Ditemukan Tewas dalam Mobil di Basement DPRD Riau, Polisi Pastikan Fitria Bunuh Diri

Ditemukan Tewas dalam Mobil di Basement DPRD Riau, Polisi Pastikan Fitria Bunuh Diri

Polresta Pekanbaru saat memberikan keterangan, Jumat (16/9/2022)

BeritaRiau.com, Pekanbaru - Hampir seminggu sejak misteri kematian Fitria Yulisunarti PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang ditemukan tewas di basement DPRD Riau, pada Sabtu (10/09/2022) kemaren, dengan keterangan yang didapat, Polresta Pekanbaru menggelar rilis terkait kematian wanita tersebut di halaman belakang Mapolresta Kota Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Jumat (16/09/2022).

Kasatreskrim Polresta Kota Pekanbaru, Kompol Andre Setiawan, dalam penjelasannya, penyidik telah melakukan pemeriksaan sebanyak 28 saksi berdasarkan bukti-bukti berupa rekaman CCTV, serta riwayat pesan Whatsaap percakapan Fitri dengan keluarga serta rekannya saat sebelum korban menjelang meninggal.

Dengan berdasarkan keterangan yang ada diperkuat alat bukti, saksi, ahli, surat, hingga petunjuk yang didapat dan keterangan pelapor, keluarga korban, penyidik pun menyimpulkan kematian Fitria disebabkan karena bunuh diri.

“Dari fakta hasil pemeriksaan luar dan bedah mayat tidak bertentangan dengan kasus gantung diri,” kata Andre saat gelar konferensi pers, didampingi Kapolresta Kombespol Pria Budi, dan Wakapolresta AKBP Hengky, serta Kasbdit Yanmen Dokkes Polda Riau Kompol Suprianto.

Mayat wanita PNS itu ditemukan oleh salah satu petugas security di sebuah mobil Daihatsu Terios saat sedang terpakir, dengan kondisi sudah meninggal dengan posisi jeratan di lehernya di Basement Kantor DPRD Riau (10/09/2022), sekitar pukul 11.00 WIB.

Adanya penemuan mayat wanita yang ditemukan TKP itu, sempat menghebohkan seisi gedung DPRD Riau.

Korban saat itu ditemukan mengenakan jilbab kuning, baju warna merah, serta rok hitam.

Selain itu, didapati dengan kondisi hidung mengeluarkan darah, diposisi sebelah kanan mobil bangku bagian tengah, serta terdapat tali kain yang mengikat lehernya, dengan keadaan duduk.

Pihak kepolisian menyebut, penyebab kematian Fitri akibat bekas jeratan yang mengikat lehernya dan terdapat bekas ikatan yang menyebabkan tekanan dijalan pernapasan, hingga akhirnya disebabkan adanya sesak/asfiksia atau disebut mati lemas.

"Adanya perkiraan saat korban ditemukan di basement DPRD Riau, korban telah meninggal 16-72 jam sebelumnya," ucap Andre. (*)