Misnarni Syamsuar Dapat Penghargaan dari Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru

Misnarni Syamsuar Dapat Penghargaan dari Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru

Misnarni Syamsuar saat menerima penghargaan

Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua TP PKK Provinsi Riau, Misnarni Syamsuar mendapatkan penghargaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Pekanbaru, Kementerian Hukum dan HAM Riau sebagai pembina Drum Band Bahana Cantika Laperru. 

Bahana Cantika Laperru hadir memberikan kesempatan bagi para binaan untuk berkesempatan mengasah kemampuan dalam bidang seni, berada dibawah binaan Lapas Petempuan II A Pekanbaru yang sebentar lagi akan diresmikan langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar. 

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Riau, Muhanmad Jahari Sitepu kepada Misnarni Syamsuar di Aula Terbuka Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru, Jumat (9/9/2022). 

Ketua TP PKK Provinsi Riau, Misnarni Syamsuar mengaku senang dan berterimakasih telah mendapatkan penghargaan sebagai pembina Drum Band Bahana Cantika Laperru. Ia berharap warga binaan terus berkarya dan berinovasi lebih banyak kedepannya. 

"Alhamdulillah kami merasa senang mendapatkan penghargaan ini, semoga para binaan tidak henti untuk berkerya," harap Misnarni Syamsuar. 

Dibawah awan cerah, ditengah lapangan terbuka dan disaksikan banyaknya pasangan mata, Gubernur Syamsuar dan istri, Misnarni Syamsuar berkesempatan mempersembahkan keahliannya sebagai pemain drum dan mayoret. 

Gubernur Syamsuar bersama pujaan hatinya tampak memukau saat bermain drum band bersama Bahana Cantika Laperru binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II  A Pekanbaru.  

Syamsuar tampak semangat menabuh senar drum mengiringi penampilan istri tercinta. Ketua Tim Penggerak PKK Riau itu, tampil sebagai Gitapati atau Mayoret marching band.  

Keduanya terlihat apik ketika memainkan aransemen lagu "Kopi Dangdut". Lagu yang pernah fenomenal ini dirilis pada tahun 2017 silam oleh Fahmi Shahab. 

Gubernur Syamsuar mengaku ingat masa lalu saat kembali bermain drum band kala itu, sekitar 37 tahun silam ketika ia mengenyam pendidikan di APDN Pekanbaru pada tahun 1980-an.  

"Saya ingat masa lalu saat masih di APDN," ujar Syamsuar sembari tersenyum. 

Gubernur Syamsuar mengaku senang bisa melihat langsung aktivitas dan kreativitas warga binaan. Itu setelah dirinya dan istri hadir langsug pada acara Pagelaran Seni Budaya persembahan warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru dalam rangka launching Drum Band Bahana Cantika Laperru dan Buku Suara Hati dari Balik Jeruji. 

Dengan adanya binaan dari lapas, Gubri berharap bisa menjadi tabungan kepercayaan diri untik warga binaan nantinya, sebab akan kembali ketengah masyarakat. 

"Karena setelah disini mereka akan kembali bergaul dengan masyarakat, adanya keahlian tersebut bisa menumbuhkan kepercayaan diri supaya mereka tidak canggung," pungkas Gubri. (*)