Tabrakan Maut dengan Mobil L 300 Dini Hari

Pulang Touring dari Bengkulu, Joe Bernard Terkapar di Lubuk Sakat

Pulang Touring dari Bengkulu, Joe Bernard Terkapar di Lubuk Sakat

Joe Bernard Siahaan dan Lamhot berfoto sebelum memulai touring liburan lebaran ke Bengkulu | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Rencana Joe Bernard Siahaan kembali ke Pekanbaru untuk menyelesaikan touring sepeda motor dari Provinsi Bengkulu berakhir tragis.

Putaran roda Joe terhenti di Jalan Lintas Pekanbaru - Taluk Kuantan KM 20 Desa Lubuk Sakat kecamatan Perhentian Raja kabupaten Kampar saat tabrakan dengan sebuah mobil jenis L300 pada Kamis (31/07/2014) sekira pukul 04.00 WIB.

Joe Bernard Siahaan, warga Jalan Siberut Kelurahan Simpang Empat kecamatan Pekanbaru kota Pekanbaru tewas setelah dilarikan ke Rumah Sakit Syafira Pekanbaru.

Asrianto (38), salah seorang saksi warga setempat mengatakan, saat di KM 20 Desa Lubuk Sakat, Joe yang mengendarai sepeda motor merek Honda Tiger dengan Nomor Polisi BM 5173 NA bergerak dari arah Lipat Kain menuju Pekanbaru dengan kecepatan tinggi.

"Tiba -tiba dari arah berlawanan, sebuah mobil jenis L 300 meluncur dengan kondisi oleng ke kanan akhirnya menabrak pengemudi sepeda motor," kata Asrianto.

Pada tabrakan maut tersebut, kata Asrianto, tubuh Joe terlempar masuk ke mobil. Akibatnya, Joe mengalami luka berat bagian kepala. Warga yang melihat kejadian langsung melapor ke polisi.

"Mendapat laporan tersebut, anggota langsung turun ke TKP. Korban langsung dilarikan anggota ke Rumah Sakit Syafira. Meski sempat mendapat perawatan, namun korban tak dapat tertolong lagi," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Jum'at (01/08/2014).

Sedangkan supir mobil L 300 bernomor polisi BM 8056 TM, ZAILANI (22) dan penumpangnya Rahmad (25), keduanya warga Jalan Kartama, Pekanbaru sudah dimintai keterangan.

"Supirnya sudah diamankan di Mapolsek. Saat ini masih dalam penyidikan dan pemeriksaan beberapa saksi mata," kata Guntur.

Sementara itu, ditemui di rumah duka di Jalan Siberut No 7 Pekanbaru, Lamhot (50), rekan Joe melakukan touring saat libur lebaran mengatakan bahwa saat kejadian, dirinya berada sekitar 15 kilometer di depan Joe.

"Kami touring ke Bengkulu hanya berdua. Saat di Lipat Kain menuju Pekanbaru saya mendahuluinya karena saya sudah ngantuk supaya ga ngebut. Namun, saya masih memantau dia dari depan melalui cahaya lampu," ungkap Lamhot.

Tak terasa berjalan karena kondisi saat itu gerimis, tutur Lamhot, saat tiba berada di dekat Batalyon Arhanudse, Kubang, Ia tak melihat Joe di belakangnya.

"Lalu, saya istirahat sebentar dan mengirimnya sms posisi saya. Itu sudah kebiasaan, siapapun yang berhenti harus kasih tau posisi terakhir. Namun, tak juga dibalas, saya pikir dia istirahat atau di jalan. Karena makin ngantuk, saya lanjut langsung ke Pekanbaru," terang Lamhot. Sekitar pukul 09.00 WIB pagi Lamhot pun ditelpon sahabatnya melaporkan kabar naas tersebut.

Dikatakan Lamhot lagi, touring ke Bengkulu memang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Joe yang memiliki hobby travelling, kuliner dan fotography itu sangat ingin mengambil gambar Bunga Raflesia saat sedang mekar di Bengkulu.

"Kami merasa kehilangan seorang fotographer senior di Pekanbaru. Naasnya lagi, kamera yang memuat karya-karya foto bang Joe kabarnya hilang saat kecelakaan terjadi," ungkap Nicolas, satu diantara anggota komunitas Fotographer Pekanbaru saat di rumah duka. [man]