Pengunjung yang Parkir di Halaman Luar RSDC Sering Dipalak Preman, Ini Pengakuannya 

Pengunjung yang Parkir di Halaman Luar RSDC Sering Dipalak Preman, Ini Pengakuannya 

Beritariau.com, Pekanbaru - Keberadaan Riau Safety Driving Centre (RSDC) yang berada di bawah jembatan Leighton Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru selama ini menjadi tujuan masyarakat untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). 

Namun sayangnya, keberadaan tempat itu dimanfaatkan oleh segelitir orang untuk meraup keuntungan dengan cara yang kurang baik.

Salah seorang warga Kecamatan Rumbai berinilia D (24) ketika dikonfirmasi mengatakan, tiap pengendara yang mendatangi tempat itu, kerap kali dimintai pungutan parkir di luar peraturan Dishub.

"Saat di halaman RSDC, langsung di suruh parkir di halaman luar, pemuda calo yang ada di situ menyuruh saya langsung bayar parkir Rp5000, dari pada ribut, jadi saya kasih, waktu itu yang parkir di sebelah saya, karena dari luar kota diminta Rp10.000," katanya kepada Beritariau.com (23/08/2022).

Menurutnya, setiap pengendara yang datang selalu dimintai pungutan parkir dengan tarif yang berbeda meski pun tidak memberikan karcis. Selain adanya pungutan parkir, menurutnya terdapat beberapa calo di tempat itu.

"Tempat pemerintahan kok gitu, banyak banget preman menjebak, kasihan orang awam dari luar kota yang tidak tahu, kasihannya terjebak oleh calo di luar, yang tadinya mau urus SIM jadi tertipu," katanya.

Menurutnya, terdapat juga calo dalam melakukan penipuan untuk mempermudah dalam pengurusan SIM yang tentunya hal itu mengganggu kenyamanan masyarakat. 

Selain mengganggu ketentraman pengunjung, menurutnya hal itu tentunya menjadi opini liar bagi pengunjung yang datang ketika hendak mengurus SIM, terutama yang dari luar kota. 


Berdasarkan pantauan di lokasi, (23/08/2022) sekira pukul 10.00 WIB, di halaman luar RSDC tersebut, diramaikan sejumlah pria yang terlihat sedang memberikan penawaran pelayanan dalam pengurusan SIM kepada setiap pengunjung yang datang, dengan berdalih mengaku dibantu orang dalam. 

Selain itu juga terlihat puluhan pemuda melakukan pungutan parkir kepada pemilik kendaraan dan mengaku mengatasnamakan pemuda setempat demi melakukan kutipan kepada pengendara roda 2 dan roda 4 dengan tarif yang berbeda.

Menurut warga yang tidak jauh dari tempat itu, mengatakan hal itu telah berjalan lama.

"Kutipan parkir setau saya gak disetor, tapi gak tau lah ya. Kalo untuk mengurus SIM, ketika pengunjung kesulitan dalam pengurusan, biasanya calo mengambil kesempatan, ini menurut saya," katanya.

Mengacu peraturan Dinas Perhubungan terkait pungutan parkir, Kepala UPT Perparkiran Dishub Pekanbaru, Radinal Munandar, ketika dikonfirmasi hingga saat ini pihaknya belum memberikan balasan.

Terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, Ketika dikonfirmasi Polsek Rumbai Pesisir, Kompol Febriandi melalui Kombespol Sunarto Humas Polda Riau melalui via whatsaap, belum juga memberikan respon. (*)